Tuesday, August 26, 2008

Thoughts for the Day - 27th August 2008 (Wednesday)


Man does not live by food alone. In fact he lives by the power of the Atma. So you must use your strength of body and mind, wealth and education with intelligence, in order to realize the power of the soul. Without discrimination, what is the use of physical strength? Everyday, when you take food, you are offering eatables to the Fire that God has put in you to digest food. You have to eat in a prayerful mood, in profound gratitude. The Bhagavad Gita says that the fire that cooked the meal is God; the meal is God, the eater is God; the purpose of eating is to carry on the work entrusted by God, or pleasing to God; and the fruit of that work is progress towards God.

Kehidupan manusia tidaklah semata-mata hanya tergantung pada faktor makanan saja. Sebenarnya ia hidup berkat kekuatan Atma. Oleh sebab itu, hendaknya engkau mendaya-gunakan kekuatan jasmani dan rohani, kesejahteraan serta pendidikan dengan intellek (budhi), agar engkau dapat betul-betul memanfaatkan kekuatan jiwa (soul). Tanpa adanya diskriminasi (kemampuan untuk membedakan antara yang benar dan salah), maka apalah gunanya mempunyai kekuatan fisik? Setiap hari ketika engkau bersantap, itu berarti engkau sedang mempersembahkan bahan makanan kepada Api yang telah diberikan oleh Tuhan di dalam dirimu guna mencerna makanan. Hendaknya proses mengkonsumsi makanan itu dijalankan dengan prayer mood dan perasaan bersyukur. Kitab Bhagavad Gita telah menyatakan bahwa api yang digunakan untuk memasak adalah Tuhan; makanan itu sendiri juga adalah Tuhan, yang memakan (manusia) adalah God; tujuan utama bersantap adalah untuk memiliki kekuatan agar dapat menjalankan tugas-tugas yang telah diberikan oleh-Nya atau untuk menyenangkan hati-Nya; agar buah hasil perbuatan tersebut dapat dijadikan sebagai tahapan untuk menuju kepada-Nya.
-BABA

No comments:

Post a Comment