Tuesday, September 13, 2011

Thought for the Day - 13th September 2011 (Tuesday)

There is no profit in simply controlling impulses. A cobra becomes harmless only when its fangs are plucked out; similarly, the roots of impulses must be burned. Only then can the aspirant attain the Brahman. Of course, even pure desires are a bond. But they are not hindrances, however many they may be. A thorn is removed by another and both are thrown out afterwards, right? So also, when impure impulses are overcome through the influence of pure impulses, one has to outgrow both. This means that even the purest of impulses, the craving for liberation, has to disappear in time. Only then, can you become Brahman. A shackle is a shackle, whether it is of iron or gold. That is to say, one should attain a stage when neither good nor bad will attract or repel. Anyone aiming at the realisation of God should practice the diminishing of impulses, the curbing of the mind, and must strive to understand the fundamental principle of Divinity.

Tidak ada manfaatnya hanya dengan mengendalikan dorongan keinginan. Seekor kobra menjadi tidak berbahaya hanya ketika taringnya dipotong, demikian juga akar dari dorongan keinginan harus dibakar. Baru setelah itu, para pencari spiritual dapat mencapai Brahman. Bahkan keinginan yang murni-pun bersifat mengikat, tetapi hal tersebut bukanlah suatu rintangan. Bukankah duri hanya bisa dicabut dengan duri lainnya, dan setelah itu keduanya harus dibuang? Demikian juga, ketika dorongan keinginan yang tidak murni diatasi melalui pengaruh dorongan keinginan yang murni, seseorang menjadi bisa mengatasi keduanya. Ini berarti bahwa bahkan dorongan keinginan yang paling murni, harus dihilangkan suatu waktu, untuk mencapai pembebasan. Baru setelah itu, engkau bisa mencapai Brahman. Sebuah borgol tetaplah borgol, apakah terbuat dari besi atau emas. Artinya, seseorang harus mencapai suatu tingkat tertentu saat suatu yang baik atau buruk datang, apakah akan menerima atau menolaknya. Siapapun yang mempunyai tujuan untuk menyadari Tuhan harus berlatih mengurangi dorongan keinginannya, membatasi pikirannya, dan harus berusaha untuk memahami prinsip-prinsip dasar Tuhan.

-BABA

No comments:

Post a Comment