Sunday, September 4, 2011

Thought for the Day - 4th September 2011 (Sunday)

The fulfilment of life consists in the realization of the Atma-sakshathkara (Divine Self). To get this realization, one should be entirely free from the Vasanas (impulses). Moksha (Liberation) is, in the true sense of the term, freedom from the bondage of these impulses. These tendencies are of two types: beneficent and maleficent. The beneficent tendencies are saturated with holiness; the maleficent ones feed the mind and make it more and more uncontrollable and unsteady; they spread and strengthen the desire for objective pleasure. If the Shubha Vasanas (beneficent impulses) are encouraged and cultivated, they will not go on multiplying and binding the mind indefinitely; they become like fried seeds, which will not sprout. If you stick to the beneficent impulses, you can easily acquire knowledge of the Divine. Illustrations of beneficent impulses are a result of activities such as association with Mahatmas (great souls), reverence for the great, conversation with them, following their advice and practicing charity, fortitude, love, patience, truth, courage, continence, non-violence, etc.

Pemenuhan hidup kita terletak pada kesadaran Atma-sakshathkara (Tuhan). Untuk mendapatkan kesadaran ini, seseorang sepenuhnya harus bebas dari Vasanas (dorongan/ keinginan). Moksha (kebebasan) dalam arti sebenarnya berarti bebas dari belenggu dorongan/ keinginan. Kecenderungan ini terdiri dari dua jenis: Yang bermanfaat dan yang merusak. Kecenderungan yang bermanfaat dipenuhi dengan kesucian; yang merusak, mempengaruhi pikiran dan membuatnya memiliki semakin banyak keinginan yang tidak terkendali dan membuat pikiran menjadi goyah, mereka menyebar dan memperkuat keinginan untuk kesenangan objektif. Jika Vasanas Shubha (dorongan yang bermanfaat) didorong dan dikembangkan, pikiran tidak akan pergi kemana-mana dan mengikat pikiran tanpa batas waktu, mereka menjadi seperti biji yang digoreng, yang tidak akan pernah bisa tumbuh. Jika engkau tetap berada pada dorongan yang bermanfaat ini, engkau dapat dengan mudah memperoleh pengetahuan dari Tuhan. Ilustrasi dari dorongan yang bermanfaat adalah hasil dari kegiatan seperti hubungan dengan Mahatmas (jiwa besar), menghormati mereka, berkomunikasi dengan mereka, mengikuti nasihat mereka dan mempraktekkan beramal, ketabahan, cinta-kasih, kesabaran, kebenaran, keberanian, mengekang indera, tanpa-kekerasan , dll

-BABA

No comments:

Post a Comment