Tuesday, December 6, 2011

Thought for the Day - 6th December 2011 (Tuesday)

Happiness makes one forget one's obligations to oneself as a human being. It drags one into egoism leading to committing of sins. Happiness draws a veil over experiences that make one tough. It also spends out one’s stock of merit and arouses baser passions. On the other hand, grief renders man alert and watchful. Misery makes one think and leads to self-improvement. It also endows one with new and valuable experiences, and highlights the value of happiness. Realize that happiness and misery are inseparable and you cannot choose only one. Treat troubles and travails as your friends; at least, do not see them as your enemies! It is best to regard both happiness and misery as gifts of God. That is the easiest path for one's own liberation.

Kebahagiaan membuat seseorang melupakan kewajibannya sendiri sebagai manusia. Hal ini menyeretnya pada egoisme yang mengarah pada melakukan dosa. Kebahagiaan menarik selubung diatas pengalaman yang membuat seseorang mengalami kesulitan. Hal ini juga menghabiskan stok kebaikan seseorang dan dapat membangkitkan keinginan. Di sisi lain, kesedihan membuat orang menjadi siaga dan waspada. Kesedihan membuat orang berpikir dan mengarah pada perbaikan diri. Ini juga memberikan seseorang pengalaman baru dan berharga, dan memberikan nilai pada kebahagiaan. Sadarilah bahwa kebahagiaan dan penderitaan tidak dapat dipisahkan dan engkau tidak dapat memilih hanya salah satu. Hadapilah kesulitan dan kerja keras sebagai temanmu, setidaknya jangan melihat mereka sebagai musuhmu! Yang terbaik adalah menganggap kebahagiaan dan kesenangan sebagai berkat Tuhan. Itulah jalan termudah untuk menuju pembebasan.

-BABA

No comments:

Post a Comment