Sunday, August 12, 2012

Thought for the Day - 12th August 2012 (Sunday)


Why waste precious time in scandalous talk and criticisms of others' behaviour? Cultivating envy, malice, hatred and anger against others is an evil pastime that recoils on oneself. In every one there is resident the self-same divine spark; so cavilling at the neighbour is tantamount to cavilling at Divinity. The game of life is worth playing and becomes interesting only when there are bounds and rules which limit and control. Imagine a game of football without any rules or boundaries – it will be chaos; it will be a free fight, a riot. No one can say who wins and how. The path of virtuous conduct (Dharma maarga) is the boundary of the field, in the game of life. Play the game, paying heed to the warnings of ‘foul’ and ‘out’, and let your virtues win over the vicious tendencies within you.

Mengapa membuang-buang waktu berharga dalam pembicaraan skandal dan kritik terhadap perilaku orang lain? Mengembangkan iri hati, kedengkian, kebencian, dan kemarahan terhadap orang lain hanyalah melewatkan waktu percuma yang dapat membuat kemunduran dalam dirimu sendiri. Dalam diri setiap orang terdapat percikan ilahi yang sama; dengan demikian mencela orang-orang di sekitar kita sama saja dengan mencela Divinity. Permainan kehidupan akan tepat dimainkan dan menjadi menarik hanya ketika ada batasan-batasan dan aturan yang mengendalikannya. Bayangkan sebuah permainan sepak bola tanpa ada aturan atau batasan - akan terjadi kekacauan, akan menjadi pertarungan bebas dan menimbulkan kerusuhan. Tidak ada yang dapat mengatakan siapa yang menang. Jalan kebajikan (Dharma maarga) adalah batas dalam permainan kehidupan ini. Mainkanlah permainan ini, dengan mengindahkan peringatan 'pelanggaran' dan 'keluar', dan biarlah kebajikan menang atas kecenderungan-kecenderungan buruk yang ada dalam dirimu.
-BABA

No comments:

Post a Comment