Wednesday, August 15, 2012

Thought for the Day - 15th August 2012 (Wednesday)


From the most ancient times Bharatiyas (Indians) considered Truth as God, loved it, fostered it and protected it and thereby achieved Divinity. They were devoted to Truth, wedded to Dharma (Righteousness) and regarded morality in society as their foremost duty. Today because people have forgotten Truth and Righteousness they are unable to solve national problems or end communal differences. We have the Bay of Bengal in the east and the Arabian Sea in the west and both merge in the Indian Ocean. Likewise, Bharat exemplifies the combination of worldly prosperity and spiritual progress. Bharat is the country, where the unity of the Jiva (the individual Spirit) and the Brahmam (the Cosmic Spirit) was established. Remember, the term Bharat does not relate to any particular individual or country. True Bharatiyas are those who take delight in Self-knowledge. Hence anyone who shines by their own self-luminous power is a Bharatiya.

Dari zaman dahulu Bhaaratiya (India) telah menyadari Kebenaran sebagai Tuhan, menyukainya, mengembangkan, dan melindunginya dan dengan demikian mencapai Divinity. Mereka mengabdi pada Kebenaran, menganut Dharma (Kebajikan), dan menganggap moralitas dalam masyarakat sebagai kewajiban yang terpenting. Saat ini karena orang-orang telah melupakan Kebenaran dan Kebajikan mereka tidak mampu memecahkan masalah nasional atau mengakhiri perbedaan komunal. Kita memiliki Teluk Benggala di sebelah timur dan Laut Arab di sebelah barat dan keduanya menyatu di Samudera Hindia. Demikian juga, Bharat memberi contoh kombinasi antara duniawi dan kemajuan spiritual. Bharat adalah suatu negara di mana telah ditegakkan kesatuan Jiva (Spirit individu) dan Brahmam (Spirit Kosmis). Engkau hendaknya mengingat, bahwa istilah Bharat tidak berhubungan dengan individu atau negara tertentu. Putra Bhaarat sejati adalah mereka yang mempelajari pengetahuan Atma. Oleh karena itu, siapa saja yang bercahaya dengan kemampuan self-luminous-nya adalah Bharatiya.

-BABA

No comments:

Post a Comment