Tuesday, September 25, 2012

Thought for the Day - 25th September 2012 (Tuesday)



The body is the temple of God, He is the resident of the heart, and intelligence (Buddhi) is the lamp that is lit in its altar. Protect the lamp and its glow from the wind that blows through the windows of the senses and threatens to put them out. Close the windows, do not keep them open for dire attraction from objects. Keep your intellect sharp, so that it may cut the mind into a diamond and convert it into a blaze of light, instead of being a dull pebble. Discrimination is an important instrument of spiritual progress. Attachment, affection, and interests - these create prejudice, partiality, and illusion. They hide the truth and dull the intelligence. The reasoning faculty must be employed to distinguish between the limited and the unlimited, the temporary and the Eternal.

Badan ini adalah temple/kuil Tuhan, Beliau bersemayam dalam hati, dan kecerdasan (Buddhi) adalah lampu yang menyala di altar-Nya. Engkau hendaknya melindungi lampu dan cahaya dari angin yang berhembus melalui jendela dari indera yang dapat mengancam padamnya cahaya tersebut. Maka dari itu, tutuplah jendela, jangan biarkan jendela terbuka karena bisa menarik objek-objek duniawi. Engkau juga hendaknya menjaga intelekmu agar tetap tajam, sehingga dapat memotong berlian dan mengubahnya menjadi cemerlang, bukan kerikil yang kusam. Diskriminasi (kemampuan untuk membedakan) merupakan instrumen penting dari kemajuan spiritual. Keterikatan, kemelekatan, dan kepentingan – semuanya ini dapat menimbulkan prasangka/kecurigaan, keberpihakan, dan ilusi. Sifat-sifat tersebut menyembunyikan kebenaran dan dapat menumpulkan intelegensi. Oleh karena itu, engkau hendaknya menggunakan kemampuan penalaran untuk membedakan antara yang terbatas dan tak terbatas, serta yang sementara dan Abadi.
-BABA

No comments:

Post a Comment