Saturday, February 28, 2015

Thought for the Dayy - 28th February 2015 (Saturday)

When rains come, earth and sky are one in the sheety downpour. It is indeed a beautiful and inspiring scene, an imagery by which creation itself is teaching you to become one with the Creator. Learn three lessons: the impermanence of created things, your role as a servant, and God as the Master. The game called life is played with these - the process of creation, the created, the Creator. Rejoice that the Lord continues to place in your hands newer ways to serve Him and exult in the chance you receive. This attitude will give you immeasurable joy; to lead a life suffused with this joy is indeed bliss. Whatever is done from sunrise to sunset must be consecrated, as if it is the worship of the Lord. Just as care is taken to pluck only fresh flowers and to keep them clean and unfaded, so too, continuous and persistent effort should be made to perform deeds that are pure and unsullied.
Ketika hujan jatuh, bumi dan langit adalah satu dalam lembaran hujan lebat. Sungguh suatu pemandangan yang indah dan inspiratif, sebuah citra dimana ciptaan sendiri mengajarkan engkau untuk menjadi satu dengan Sang Pencipta. Belajarlah tiga pelajaran ini: ketidakkekalan makhluk, peranmu sebagai seorang abdi, dan Tuhan sebagai Sang Guru. Permainan yang disebut hidup dimainkan dengan ini - proses penciptaan, ciptaan, dan Sang Pencipta. Bersukacitalah bahwa Tuhan secara terus-menerus menempatkan di tanganmu cara baru untuk melayani-Nya dan bersuka-cita-lah pada kesempatan yang engkau terima. Sikap ini akan memberimu sukacita yang tak terhingga; untuk menjalani hidup yang diliputi dengan sukacita yang merupakan kebahagiaan sejati. Apa pun yang dilakukan dari matahari terbit sampai terbenam harus disucikan, seolah-olah itu adalah memuja Tuhan. Sama seperti perawatan diambil untuk memetik hanya bunga-bunga segar dan agar tetap bersih dan tidak layu, demikian juga, secara terus menerus dan upaya gigih harus dilakukan untuk melakukan perbuatan yang murni dan tak ternoda. (Prema Vahini, Ch 1)

-BABA

No comments:

Post a Comment