Sunday, August 9, 2015

Thought for the Day - 9th August 2015 (Sunday)

Some people may laugh at devotional singing (Bhajans) and call it mere show and exhibition, and recommend instead quiet meditation in the silent recess of the shrine room. But coming out and doing Bhajan in company of others helps in removing egoism; one is not afraid nor ashamed to call out the Name of the Lord. One gets inspired by the devotion of others; the company of people with kindred sentiments helps to foster the tiny seedling from being scorched by the heat of derision. A person will sweep the floor of his room with a broom when nobody is looking on; but to do the same act when people are looking on requires some mastery over the ego. Jayadeva, Gouranga, Meera, Purandaradasa, Thyagaraja and the like sang their hearts out to the Lord and were thrilled at the thought of the Lord, because they had Love for God in such a pure and overpowering form. Selfless love fills your mind with joy and hope.


Beberapa orang mungkin menertawakan orang-orang yang melantunkan lagu-lagu kebhaktian (Bhajans) dan menyebut bhajan hanya sebagai pamer saja, dan mereka memberikan rekomendasi untuk melakukan meditasi dalam ketenangan dan keheningan di tempat suci. Namun dengan datang dan melakukan bhajan dengan banyak orang adalah membantu yang lainnya dalam menghilangkan rasa ego; karena dengan banyak orang maka mereka tidak takut dan malu untuk memanggil nama Tuhan. Selain itu, seseorang bisa mendapatkan inspirasi dari bhakti yang dimiliki oleh yang lainnya; pergaulan dari banyak orang dengan memiliki perasaan yang sama akan membantu semaian benih kecil untuk berkembang dari panas terik cemoohan yang menghanguskan. Seseorang akan menyapu membersihkan kamarnya dengan sebuah sapu ketika tidak ada seorangpun yang melihatnya; namun untuk melakukan hal yang sama ketika banyak orang melihatnya memerlukan beberapa kemampuan untuk menguasai ego. Jayadeva, Gouranga, Meera, Purandaradasa, Thyagaraja, dan mereka suka meluapkan perasaan hati mereka kepada Tuhan dan hati mereka bergetar dalam suka cita ketika tenggelam dalam memikirkan Tuhan. Hal ini karena mereka memiliki cinta kasih untuk Tuhan yang begitu suci dan sangat kuat. Cinta kasih yang tidak mementingkan diri sendiri memenuhi pikiranmu dengan suka cita dan harapan. (Divine Discourse, Sep 29, 1960)

-BABA

No comments:

Post a Comment