Friday, January 8, 2016

Thought for the Day - 7th January 2016 (Thursday)

Lord Krishna declared in the Gita, “Among sacrifices (yajnas), I am the repetition of the name (nama-yajna).” For curing grief and earning joy, temples where the name of God can be remembered are very essential. Remembering the name (smarana) grants bliss; there is nothing more fruitful, charming or blissful than this activity! Sage Vyasa wondered, “Having the great yet simple name, on the ever available tongue, and the temple where His enchanting image is installed so that people can sing His glory in an exalted voice... why should people hasten toward the gates of hell?” So too, Saint Tulsidas, who lived constantly in the temple and sang of the joy he tasted, lamented, “Alas! When people give up the name and the temple, and seek peace and joy in other places, I am reminded of the foolishness of those who forsake the rich and tasty fare on their plates and beg with outstretched hands for the remains from other’s plates!”


Sri Krishna bersabda di dalam Gita, “diantara pengorbanan suci (yajna), Aku adalah pengulangan nama Tuhan (nama-yajna).” Untuk melenyapkan kesedihan dan mendapatkan suka cita, tempat suci dimana nama Tuhan dapat diingat adalah sangat mendasar. Mengingat nama Tuhan (smarana) memberikan kebahagiaan; tidak ada yang lebih berfaedah, lebih mempesona, dan lebih membahagiakan daripada kegiatan ini! Resi Vyasa bertanya, “dengan memiliki nama Tuhan yang sungguh luar biasa dan mudah diucapkan, lidah yang selalu siap sedia, dan tempat suci dimana wujud-Nya yang menawan hati dipasang sehingga banyak orang dapat melantunkan kemuliaan-Nya dengan suara yang syahdu... mengapa manusia harus bergegas memasuki gerbang neraka?” Begitu juga, guru suci Tulsidas, yang selalu tinggal di tempat suci dan menyanyikan kebahagiaan hati yang dirasakannya, meratapi, “Aduh! Ketika manusia meninggalkan nama Tuhan dan tempat suci serta mencari kedamaian dan kesenangan di tempat lain, saya diingatkan oleh kebodohan mereka yang meninggalkan hidangan serba lezat dan bergizi di atas piring mereka dan menengadahkan tangan sambil mengemis untuk sisa-sisa makanan orang lain!” (Dharma Vahini, Ch 12)

-BABA

No comments:

Post a Comment