Thursday, February 11, 2016

Thought for the Day - 11th February 2016 (Thursday)

Good and bad, wealth and poverty, praise and blame go together in this world. You cannot derive happiness out of happiness (Na sukhat labhate sukham). Happiness comes only out of sorrow. A wealthy man today may become a pauper tomorrow. Similarly, a pauper may become a rich man some day or other. Today you are being praised, but tomorrow you may be criticised. To consider praise and blame, happiness and sorrow, prosperity and adversity with equal-mindedness is the hallmark of a true human being. The Gita declares, “Remain equal-minded in happiness and sorrow, gain and loss, victory and defeat (Sukha Dukhe same kritva labhalabhau jayajayau). You can truly enjoy your life as a human being only when you consider both sorrow and happiness, profit and loss with equanimity. There is no value for happiness without sorrow. Therefore, welcome sorrow if you want to experience real happiness.
Baik dan buruk, kekayaan dan kemiskinan, pujian dan celaan selalu berjalan beriringan di dunia ini. Engkau tidak bisa mendapatkan kebahagiaan dari kebahagiaan itu sendiri (Na sukhat labhate sukham). Kebahagiaan datang hanya melalui penderitaan. Seorang yang kaya mungkin bisa menjadi orang miskin keesokan harinya. Sama halnya, seorang miskin mungkin bisa menjadi orang kaya suatu hari nanti. Hari ini engkau sedang dipuji, namun esok hari engkau mungkin dikritik. Untuk menganggap pujian dan celaan, kesenangan dan penderitaan, kesejahteraan dan kemalangan dengan pikiran yang sama adalah tanda khusus dari manusia yang sejati. Dalam Gita dijelaskan, “Tetaplah miliki pikiran yang sama dalam kesenangan dan penderitaan, keuntungan dan kerugian, kemenangan dan kekalahan (Sukha Dukhe same kritva labhalabhau jayajayau). Engkau sejatinya dapat menikmati hidupmu sebagai manusia hanya ketika engkau menganggap keduanya baik itu penderitaan dan kesenangan, keuntungan dan kerugian dengan ketenangan hati. Tidak ada nilai dari kebahagiaan tanpa penderitaan. Maka dari itu, sambutlah penderitaan jika engkau ingin mengalami kebahagiaan yang sejati. (Divine Discourse, 9 Jul 1996)

-BABA

No comments:

Post a Comment