Monday, February 1, 2016

Thought for the Day - 31st January 2016 (Sunday)

Really speaking, this world has to serve only the purpose of sustaining the body. Those aspiring for liberation have to subdue the senses. “Food for guarding the body, dress to ward off the cold,” states the Uttara Gita (the Gita Krishna imparts to Arjuna after the Kurukshetra war). However, if one gets immersed in these pursuits, one forgets the purpose for which one has come and the goal of all activity and holy endeavour. Instead whatever activity a person may be engaged in, the person must, as automatically as breathing, be contemplating on and always aware of this: “I am born to serve God and to realize my true self.” All acts — wearing, eating, walking, studying, serving, moving — should be performed in the belief that they take one into the Presence of the Lord. Every act must be done in a spirit of dedication to the Lord.


Berbicara yang sesungguhnya, dunia ini hanya untuk memenuhi dalam memelihara badan. Bagi mereka yang menginginkan kebebasan harus menundukkan indera. “Makanan adalah untuk menjaga badan, pakaian adalah untuk menangkal dari hawa dingin,” dinyatakan dalam Uttara Gita (Gita yang disampaikan oleh Krishna kepada Arjuna setelah perang Kurukshetra). Bagaimanapun juga, jika seseorang tenggelam dalam pengejaran badan ini, maka ia akan lupa tujuan dari kedatangannya dan tujuan dari semua kegiatannya dan usaha spiritualnya yang suci. Sebaliknya apapun kegiatan yang seseorang mungkin lakukan, maka ia harus secara otomatis seperti bernafas, harus selalu mengingat dan sadar akan kata-kata ini: “Saya lahir untuk melayani Tuhan dan menyadari jati diri-Ku yang sejati.” Semua perbuatan — seperti mengenakan pakaian, makan, berjalan, belajar, melayani, dan bergerak — harus dilakukan dengan keyakinan bahwa semua perbuatan itu membawa seseorang pada kehadirat Tuhan. Setiap perbuatan harus dilakukan dalam semangat persembahan kepada Tuhan. (Prema Vahini, Ch 55)

-BABA

No comments:

Post a Comment