Wednesday, February 3, 2016

Thought for the Day - 3rd February 2016 (Wednesday)

Look at the crane; it walks pretty fast while in water. But while walking, it can’t catch fish; for that purpose, it must become quiet and stand motionless. So also, if you lead your daily life with greed, anger, and similar qualities, you cannot secure the fish of truth (sathya), dharma, and peace (shanti). Whatever spiritual practice one may be engaged in, one must practise uninterrupted remembrance of the Lord’s Name (nama-smarana). Only then can you master the natural attributes of greed, anger, etc. All the scriptures (sastras) teach this one lesson: since the Lord is the universal goal and this journey of life has Him as the destination, keep Him constantly in view and subdue the mind so that you do not stray from your chosen path. All the good qualities automatically accumulate with the person who practices control of speech and constant contemplation of the Lord.
Lihatlah pada burung bangau yang berjalan dengan cepat di air. Namun ketika bangau sedang berjalan, bangau tidak bisa menangkap ikan; untuk supaya bisa menangkap ikan maka bangau harus tenang dan berdiri tanpa gerakan. Sama halnya, jika engkau menuntun hidupmu setiap harinya dengan ketamakan, kemarahan dan sifat yang semacam itu, maka engkau tidak akan bisa mendapatkan ikan berupa kebenaran (sathya), dharma, dan kedamaian (shanti). Apapun jalan spiritual yang engkau mungkin lakukan, maka seseorang harus menjalankan mengulang-ulang nama Tuhan dengan tanpa henti (nama-smarana). Hanya dengan demikian engkau dapat menguasai sifat-sifat seperti ketamakan, kemarahan, dsb. Semua naskah suci (sastra) mengajarkan satu pelajaran: karena Tuhan adalah tujuan universal dan perjalanan hidup untuk mencapai Tuhan, karena itu ingatlah selalu pada Tuhan dan tundukkan pikiran sehingga engkau tidak menyimpang dari jalan yang telah engkau pilih. Semua sifat baik secara otomatis akan berkumpul pada seseorang yang menjalankan pengendalian pada perkataan dan selalu mengingat Tuhan. (Prema Vahini, Ch 56)

-BABA

No comments:

Post a Comment