Tuesday, July 12, 2016

Thought for the Day - 12th July 2016 (Tuesday)

Upa-vasa (Upa-near; vasa-living) means ‘living in the proximity of God’. Periodical fasting is prescribed to help your digestive system overhaul itself and get much needed rest. Vows, vigils, fasts, and all kinds of voluntarily imposed or involuntarily suffered hardships are to be looked upon as promoting spiritual strength, not weakening your physical stamina. Gardeners dig around the roots, and clip the wayward twigs only to make the plant grow fast into a trim and tall tree. Some people, however, fast on Monday for Shiva, Thursday for Me!, Friday for Lakshmi, on Saturday to propitiate Shani and so on! These misdirected aspirants spoil their health and well-being by overdoing the vow of fasting. When thoughts of food bother you, and pangs of hunger disturb you, then, it is much better to eat than fast. Remember the purpose of fast is to spend time in the contemplation of God and not to punish the body by cutting a meal or a series of meals.


Upa-vasa (Upa-dekat; vasa-hidup) berarti ‘hidup dekat dengan Tuhan’. Berpuasa secara berkala dijelaskan untuk membantu memperbaiki sistem pencernaanmu dan mendapatkan banyak istirahat yang dibutuhkan. Bersumpah, tirakat, dan puasa dan semua jenis kegiatan sukarela ini atau tanpa sadar menderita harus dipandang sebagai peningkatan kekuatan spiritual dan bukan melemahkan stamina fisikmu. Tukang kebun menggali di sekitar akar dan memotong dahan yang tidak bagus hanya untuk membuat tanaman tumbuh dengan cepat menjadi pohon yang seimbang dan tinggi. Beberapa orang, bagaimanapun juga berpuasa pada hari senin untuk Shiva, selasa untuk Swami!, Jumat untuk Lakshmi, dan sabtu untuk mengambil hati Tuhan dan sebagainya! Peminat spiritual yang salah arah ini merusak kesehatan dan kesejahteraan dengan melakukan puasa yang berlebihan. Ketika pikiran akan makanan mengganggumu dan rasa lapar mulai terasa, adalah jauh lebih baik untuk makan daripada melakukan puasa. Ingatlah tujuan dari puasa adalah untuk meluangkan waktu dalam perenuangan pada Tuhan dan bukan menghukum tubuh dengan tidak memakan makanan. (Sathya Sai Speaks, Vol 6, Ch 2, Mar 1966)

-BABA

No comments:

Post a Comment