Tuesday, July 26, 2016

Thought for the Day - 24th July 2016 (Sunday)

Form a satsang (holy company), where you meet and exchange truths and virtuous talk, where you study holy books and discourses on the glory of God. Why waste precious time in scandals about others and criticisms of others' behaviour? Cultivating envy, malice, hatred and anger against others is an evil pastime that recoils on oneself. In everyone there is resident the self-same divine spark; so caviling at another is tantamount to caviling at Divinity. The game of life is worth playing and becomes interesting only when there are bounds and rules which limit and control. Imagine a game of football without any rules or bounds for the field. It will be chaos; it will be a free fight; it will be a riot. No one can say who wins and how. Righteousness (Dharma) and Divinity (Brahma) are the boundaries of the field. The virtues fight against the vicious tendencies. Play the game, paying heed to the warnings of ‘foul’ and ‘out’!


Bentuk dari satsang (pergaulan suci), dimana engkau bertemu dan tukar menukar kebenaran dan pembicaraan yang mulia, dimana engkau mempelajari buku-buku suci dan wejangan akan kemuliaan Tuhan. Mengapa menghabiskan waktu yang berharga dalam skandal tentang orang lain dan mengkritik perbuatan yang lainnya? Dengan meningkatkan rasa benci, dengki, iri hati, dan kemarahan terhadap orang lain adalah sebuah hiburan yang jahat yang akan memantul pada diri sendiri. Dalam diri setiap orang ada percikan Tuhan yang sama; jadi dengan bertengkar dengan yang lain sama dengan bertengkar dengan Tuhan. Permainan kehidupan adalah permainan yang berharga dan menjadi menarik hanya ketika ada batasan dan aturan yang membatasi dan mengendalikan. Bayangkan sebuah permainan sepakbola tanpa adanya aturan atau batasan di lapangan maka permainan ini akan menjadi kacau; ini akan menjadi pertarungan bebas dan menimbulkan kerusuhan. Tidak ada seorang pun yang mengatakan siapa yang menang dan kalah. Kebajikan (dharma) dan keilahian (Brahma) adalah batasan di lapangan. Kebaikan melawan kecenderungan jahat. Mainkanlah permainannya dan berikan perhatian pada peringatan dari ‘pelanggaran’ dan ‘keluar’! (Divine Discourse, Anantapur High School for Girls, School Day, 1966)

-BABA

No comments:

Post a Comment