Monday, February 13, 2017

Thought for the Day - 13th February 2017 (Monday)

In ancient times, the sages and saints sacrificed everything for the sake of the welfare of humanity. Even the youth of those times followed suit. They are remembered even today because of their spirit of selfless sacrifice. On the contrary, the youth of today are becoming exceedingly greedy and totally selfish and harbouring feelings of hatred and jealousy. While those in the ancient times were leading a life of Thyaga and Yoga (sacrifice and sense control) the present day youth want to lead a life of bhoga (worldly enjoyments and pleasures), which will only result in roga (diseases). So long as one goes on multiplying desires, one will continue to be in want. When the desires are controlled, prosperity is attained. Greed makes one unhappy and miserable. Only when greed and miserliness are given up can one have an enjoyable and peaceful life.


Pada zaman dahulu, para guru suci dan orang suci menyucikan semuanya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia. Bahkan para pemuda pada masa itu mengikuti hal ini. Mereka diingat bahkan sampai hari ini karena semangat mereka tentang pengorbanan tanpa mementingkan diri sendiri. Sebaliknya, para pemuda saat sekarang menjadi sangat serakah dan sepenuhnya mementingkan diri sendiri dan menyimpan perasaan benci dan cemburu. Sedangkan para pemuda di zaman dulu menjalani hidupnya dalam Thyaga dan Yoga (berkorban dan pengendalian indera) namun para pemuda saat sekarang menginginkan menjalani hidup dalam bhoga (kenikmatan duniawi dan kesenangan), yang mana hanya menghasilkan roga (penyakit). Selama seseorang berjalan dengan keinginan yang terus bertambah, maka ia akan terus menginginkannya. Ketika keinginan dikendalikan maka kesejahteraan akan didapat. Keserakahan membuat seseorang tidak bahagia dan menderita. Hanya ketika keserakahan dan kekikiran dilepaskan maka seseorang dapat memiliki hidup yang menyenangkan dan penuh kedamaian. (Divine Discourse, 17 July 1997)

-BABA

No comments:

Post a Comment