Friday, February 10, 2017

Thought for the Day - 8th February 2017 (Wednesday)

Cleanse your heart with the water of love, and the detergents of prayer and contrition so that the stains of desire are removed completely. Then God will pour His abundant Grace into it. If you yearn for God, you should give up Iokabhranti and dehabhranti (attachment to the external world and to the body). There is no use trying to have one foot in one boat and the other foot in another. You may be living in PrashantiNilayam for over 20 years, but if you worry more about your physical needs, then all your spiritual efforts are indeed futile; you have made no progress at all. The waving of the camphor flame at the end of a bhajan is only to remind you that your sensual cravings must be fully burnt away without leaving any trace behind, and you must offer yourself to God to be merged in Him and His glory.


Bersihkan hatimu dengan air kasih, sabun detergen dari doa, dan kesedihan dari dosa sehingga noda dari keinginan dapat dihilangkan sepenuhnya. Kemudian Tuhan akan mencurahkan rahmat-Nya secara berlimpah ke dalamnya. Jika engkau rindu akan Tuhan, engkau seharusnya melepaskan Lokabhranti dan dehabhranti (keterikatan pada dunia luar dan jasmani). Adalah tidak ada gunanya dengan mencoba dengan menaruh satu kaki di atas perahu dan satu kaki di tempat yang lain. Engkau mungkin tinggal di Prashanti Nilayam selama lebih dari 20 tahun, namun jika engkau lebih cemas dengan kebutuhan fisikmu, maka semua usaha spiritualmu adalah sia-sia; engkau tidak mendapatkan kemajuan sama sekali. Menyalakan kamper pada saat selesai bhajan adalah hanya untuk mengingatkanmu bahwa hasrat sensualmu harus sepenuhnya dibakar habis dan tidak meninggalkan jejak lagi, dan engkau harus mempersembahkan dirimu sendiri kepada Tuhan untuk menyatu dengan-Nya dan kemuliaan-Nya. (Divine Discourse 8-Sep-1966)

-BABA

No comments:

Post a Comment