Friday, May 19, 2017

Thought for the Day - 18th May 2017 (Thursday)

Good and bad, wealth and poverty, praise and blame go together in this world. You cannot derive happiness out of happiness (na sukhat labhate sukham). Happiness comes only out of sorrow. A wealthy man today may become a pauper tomorrow. Similarly, a pauper may become a rich man some day or other. Today you are being praised, but tomorrow you may be criticised. To consider praise and blame, happiness and sorrow, prosperity and adversity with equal-mindedness is the hallmark of a true human being. The Gita declares, “Remain equal-minded in happiness and sorrow, gain and loss, victory and defeat (sukha dukhe same kritva labhalabhau jayajayau). You can truly enjoy your life as a human being only when you consider both sorrow and happiness, profit and loss with equanimity. There is no value for happiness without sorrow. Therefore, welcome sorrow if you want to experience real happiness.


Baik dan buruk, kekayaan dan kemiskinan, pujian dan celaan berjalan bersama di dunia ini. Engkau tidak bisa mendapatkan kebahagiaan dari kebahagiaan (na sukhat labhate sukham). Kebahagiaan hanya datang dari penderitaan. Seseorang yang kaya hari ini mungkin menjadi miskin esok hari. Sama halnya, seseorang yang miskin mungkin menjadi orang kaya suatu hari nanti. Hari ini engkau sedang dipuji, namun besok engkau mungkin dikritik. Menganggap pujian dan celaan, kebahagiaan dan penderitaan, kesejahteraan dan kemalangan dengan pikiran yang seimbang adalah tanda dari manusia yang sejati. Bhagavad Gita menyatakan, “Dengan tetap tenang dalam kebahagiaan dan penderitaan, keuntungan dan kehilangan, kemenangan dan kekalahan (sukha dukhe same kritva labhalabhau jayajayau). Engkau sejatinya dapat menikmati hidupmu sebagai manusia hanya ketika engkau menganggap keduanya yaitu penderitaan dan kebahagiaan, keuntungan dan kerugian dengan ketenangan hati. Tidak ada nilai dari kebahagiaan tanpa adanya penderitaan. Maka dari itu, sambutlah penderitaan jika engkau ingin mengalami kebahagiaan yang sejati. (Divine Discourse, Jul 9, 1996)

-BABA

No comments:

Post a Comment