Friday, November 3, 2017

Thought for the Day - 31st October 2017 (Tuesday)

You are judged by your spiritual discipline not by the number of temples you go to or the quantity and the cost of the offerings you have made there. Do not calculate the length of time you have spent in the company of the Lord's Name and exult! Calculate rather the length of time you wasted, away from that contact and repent. Have Lord’s Name ever in your thoughts and you can brave any calamity! Remember how Mother Sita braved the taunts, insults and tortures of the aggressors in Lanka; what gave her the mental stamina? It was the Lord’s name (Rama nama) and nothing else. Desire and anger (Kama and krodha) cannot co-exist with true devotion to God. Your devotion to God must be sincere and steady. Bhakti is not a matter of beads and beards nor does worship consist of flowers and camphor! The seedling of devotion must be carefully watered, weeded, manured, and dusted with pesticides, to yield a harvest of love, peace and joy.


Engkau dinilai dari disiplin spiritualmu dan bukan dari jumlah tempat suci yang engkau kunjungi atau jumlah ongkos yang engkau keluarkan untuk dipersembahkan disana. Jangan menghitung panjangnya waktu yang engkau telah habiskan dalam pergaulan dengan nama Tuhan dan bersuka ria! Hitunglah panjangnya waktu yang telah engkau sia-siakan, jauh dari keterhubungan dengan-Nya dan bertobatlah. Miliki selalu nama Tuhan dalam pikiranmu dan engkau bisa berani dalam malapetaka apapun! Ingatlah bagaimana Ibu Sita berani terhadap ejekan, hinaan, dan siksaan dari para penyerang di Lanka; apa yang memberikannya kekuatan mental? Itu adalah nama Tuhan (Rama nama) dan bukan yang lainnya. Keinginan dan kemarahan (Kama dan krodha) tidak bisa hidup berdampingan dengan bhakti sejati kepada Tuhan. Bhaktimu kepada Tuhan harus tulus dan mantap. Bhakti bukanlah berkaitan dengan japa mala atau jenggot dan juga bukan pemujaan yang terdiri dari bunga dan kamper! Semaian benih bhakti harus hati-hati disiram, disiangi, dipelihara, dan dibersihkan dengan pestisida, untuk menghasilkan panen berupa kasih sayang, kedamaian, dan suka cita. (Divine Discourse, Jan 29 1965)

-BABA

No comments:

Post a Comment