Saturday, July 14, 2018

Thought for the Day - 14th July 2018 (Saturday)

What a pitiable fate is this? The little ego in man is fed into a huge conflagration by the mind and the senses, and one is caught in the fire of distress. Egoism makes a person see glory in petty achievements, happiness in trivial acquisitions, and joy in temporary authority over others. But, the Immortal within is awaiting discovery to confer bliss and liberation from birth and death. There is a definite technique by which the Immortal spark can be discovered. Though it may appear difficult, each step forward makes the next one easier and a mind made ready by discipline, in a flash discovers that the Divine is the basis of creation. There is no shortcut to this consummation. You must give up all the impediments you have accumulated so far and become light for the journey. Lust, greed, anger, malice, conceit, envy, hate - all these pet tendencies must be shed.


Sungguh nasib yang menyedihkan ini? Ego yang kecil dalam diri manusia dimasukkan dalam api yang sangat besar oleh pikiran dan indria, dan seseorang terperangkap dalam api penderitaan. Ego membuat seseorang melihat kebesaran dalam pencapaian yang sepele, kesenangan dalam perolehan yang sementara, serta suka cita dalam kekuasaan yang sementara pada yang lainnya. Namun, yang ada dalam diri bersifat abadi sedang menunggu untuk ditemukan agar bisa memberkati dengan kebahagiaan dan kebebasan dari kelahiran dan kematian. Ada teknik tertentu dimana percikan dari keabadian dapat diungkapkan. Walaupun ini mungkin kelihatan sulit, setiap langkah ke depan membuat langkah selanjutnya menjadi lebih mudah dan pikiran dibuat siap dengan disiplin, dan dalam sekejap menemukan bahwa Tuhan adalah dasar dari ciptaan. Tidak ada jalan pintas untuk menuju keberhasilan ini. Engkau harus melepaskan semua rintangan yang engkau telah kumpulkan sejauh ini dan menjadi ringan dalam perjalanan. Nafsu, ketamakan, kemarahan, kesombongan, kedengkian, iri hati, dan kebencian – semuanya binatang kesayangan ini cenderung harus dilenyapkan. (Divine Discourse, Dec 8, 1964)

-BABA

No comments:

Post a Comment