Tuesday, July 17, 2018

Thought for the Day - 17th July 2018 (Tuesday)

Ancient sages who experienced the fragrance of the Divine searched for the form. They sought Him in forests and bushes. They had renounced everything and made a lot of sacrifices, still they could not find the source. Some even gave up midway, being satisfied with the fragrance that they had experienced. But others, with relentless determination, were able to find the flower eventually. There were yet others who could not experience the fragrance itself due to ‘severe cold’, and were termed atheists. Even though they had the nose they could not experience the fragrance of divine Bliss; they indeed are the unfortunate ones. But those who were able to experience this bliss exclaimed in ecstasy, “Vedahametham Purusham Mahantam (We have realised the Supreme Personality of the Godhead).” How is one to realise this? In every human being, the bliss or Ananda emanates from the heart, just as fragrance from a flower. The heart truly is complete and full.


Guru suci zaman dulu yang mengalami keharuman pencarian wujud Tuhan. Mereka mencari Tuhan di hutan dan semak-semak. Mereka telah melepaskan segalanya dan melakukan banyak pengorbanan namun mereka masih tidak bisa menemukan sumbernya. Beberapa bahkan menyerah di tengah jalan, telah puas dengan keharusan yang telah mereka alami. Sedangkan yang lain, dengan keteguhan hati yang tidak kenal lelah, akhirnya mampu menemukan bunga itu. Ada beberapa yang lain tidak bisa mengalami serta mencium wangi harum karena ‘pilek yang berat’, dan disebut dengan ateis. Walaupun mereka memiliki hidung namun mereka tidak mampu mengalami serta mencium wangi harum kebahagiaan ilahi; mereka sesungguhnya adalah yang tidak beruntung. Namun bagi mereka yang mampu mengalami kebahagiaan ini menyatakan dalam penuh kebahagiaan, “Vedahametham Purusham Mahantam (Kami telah menyadari perwujudan yang tertinggi dari Tuhan).” Bagaimana seseorang bisa menyadari hal ini? Dalam setiap manusia, kebahagiaan atau Ananda muncul dari dalam hati, sama seperti halnya wangi harum pada bunga. Hati sejatinya adalah sempurna dan penuh. (Divine Discourse, Apr 29, 1998)

-BABA

No comments:

Post a Comment