Friday, July 20, 2018

Thought for the Day - 20th July 2018 (Friday)

Love exists for love and nothing else; it is spontaneous and imparts delight. Love sees with the heart, not eyes. It listens not through ears but with tranquility of your heart. It speaks not with tongue but using compassion. Love has many synonyms – compassion and kindness also mean Love. Love can emanate only from the heart and not any other source. Love is immortal, nectarous, blissful and infinite. A heart filled with love is boundless. Just as rivers with different names merge in the ocean and become one with it, love in many forms enters the ocean of your heart and merges with it. Your thoughts, words and looks should be filled with love. This is divine love. One saturated with divine love can never be subject to suffering. People today are affected by praise or blame. But those filled with divine love transcend praise or censure. They are unaffected by criticism or flattery, and treat joy and sorrow, profit and loss, victory and defeat, alike.


Cinta kasih ada untuk kasih dan tidak ada yang lainnya; kasih bersifat spontan dan memberikan kegembiraan. Kasih melihat dengan hati dan bukan dengan mata fisik. Kasih tidak mendengar melalui telinga namun dengan kedamaian hatimu. Kasih tidak berbicara dengan lidah namun dengan menggunakan welas asih. Kasih memiliki banyak sinonim (persamaan arti) – welas asih dan kebaikan juga berarti kasih. Kasih hanya dapat muncul dari hati dan bukan dari sumber yang lainnya. Kasih adalah bersifat kekal, terasa nikmat seperti nektar, penuh kebahagiaan, dan tidak terbatas. Hati yang diliputi dengan kasih adalah tanpa batas. Seperti halnya sungai dengan nama yang berbeda menyatu di lautan dan menjadi satu dengannya, kasih dengan banyak bentuk memasuki lautan hatimu dan menyatu dengannya. Pikiran, perkataan, dan pandanganmu seharusnya diliputi dengan kasih. Ini adalah kasih Tuhan. Sekali seseorang dipenuhi dengan kasih Tuhan tidak akan pernah bisa mengalami penderitaan. Manusia saat sekarang dipengaruhi oleh pujian atau celaan. Namun mereka diliputi dengan kasih Tuhan melampaui pujian atau celaan. Mereka tidak terpengaruh dengan kritikan atau pujian berlebihan dan memperlakukan suka cita dan penderitaan, keuntungan dan kerugian, kemenangan dan kekalahan adalah sama. (Divine Discourse, Dec 25, 1995)

-BABA

No comments:

Post a Comment