Sunday, July 29, 2018

Thought for the Day - 23rd July 2018 (Monday)

The atheists (nastikas) are afflicted with a fever that spoils their sense of taste; they find everything bitter. A believer (astika) feels the taste as is: bitter as bitter, sour as sour, sweet as sweet. But the person of realisation (yastika) experiences all life events as sweet, filled with the Lord’s Grace. Prahlada was such a person; he was beaten, trampled upon, and cast into fire and water, but he tasted only sweetness at all times. He overcame every calamity with the reinforcement derived from the name Narayana in the heart. There is a secret spring in the heart that will well up when the name is uttered and that will slake your thirst. When in difficulty, pray for His guidance before jumping in any direction. Humans advice only as far as their cleverness goes, but the Lord will reveal to you the way out of every dilemma. Ask the Lord directly and He will not only answer you but also redeem you!


Kaum atheis (nastika) menderita demam yang merusak rasa selera mereka; mereka menemukan segalanya pahit. Seorang beriman (astika) merasakan rasanya seperti: pahit sebagai pahit, asam sebagai asam, manis sebagai manis. Tetapi orang yang dalam kesadaran Tuhan (yastika) mengalami semua peristiwa kehidupan yang manis, dipenuhi dengan berkat Tuhan. Prahlada adalah orang seperti itu; dia dipukuli, diinjak-injak, dan dilemparkan ke api dan air, tetapi setiap saat dia hanya merasakan manisnya. Dia mengatasi setiap malapetaka dengan penguatan yang berasal dari nama Narayana di dalam hati. Ada pegas rahasia di dalam hati yang akan terangkat ketika nama itu diucapkan dan itu akan memuaskan hausmu. Ketika dalam kesulitan, berdoalah untuk memohon bimbingan-Nya sebelum melompat ke segala arah. Manusia hanya dapat menggunakan akalnya sejauh kepandaian mereka, tetapi Tuhan akan mengungkapkan kepadamu jalan keluar dari setiap dilema. Tanyakan kepada Tuhan secara langsung dan Dia tidak hanya akan menjawabmu tetapi juga membebaskanmu! (Divine Discourse, Mar 10, 1962)

-BABA

No comments:

Post a Comment