Monday, December 3, 2018

Thought for the Day - 30th November 2018 (Friday)

Today spiritual exercises are confined to listening and not practising. Listening (Shravanam) has become so popular, and after listening, people brag that they know everything. This crazy boastfulness is deepening one's ignorance. You must ruminate over what you listen. After rumination, one should practice the lessons (do Nididhyasana). Only then you will achieve purity in thought, word and deed. To develop a spiritual outlook and to inspire it in others, you must possess purity of heart (Chitta shuddhi). Spiritual wisdom dawns only when there is purity of heart. Just as removal of weeds, tilling the land, sowing the seeds and watering the earth are required before the crop can be harvested, the field of the human heart has to be cleared of bad thoughts and feelings, the Divine Name sown, watered with love and tilled by spiritual practices. Only then you are entitled to reap the harvest of Divine Wisdom (Jnana).


Latihan spiritual hari ini hanya terbatas pada mendengarkan dan tidak menjalankannya. Mendengarkan (Shravanam) telah menjadi begitu populer, dan setelah mendengarkan, orang-orang menyombongkan diri bahwa mereka mengetahui segalanya. Kesombongan yang menggila ini adalah memperdalam kebodohan seseorang. Engkau harus merenungkan tentang apa yang telah engkau dengar. Setelah perenungan, seseorang seharusnya menjalankan hal itu (melakukan Nididhyasana). Hanya kemudian engkau akan mencapai kesucian dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Untuk mengembangkan pandangan spiritual dan menginspirasi yang lainnya, engkau harus memiliki kemurnian dalam hati (Chitta shuddhi). Kebijaksanaan spiritual menyingsing hanya ketika ada kemurnian hati. Sama halnya dengan mencabut rumput liar, membajak tanah, menaburkan benih, dan mengairi tanah diperlukan sebelum tanaman dapat dipanen, ladang hati manusia harus dibersihkan dari pikiran dan perasaan yang buruk, nama Tuhan ditabur, diairi dengan kasih, dan dibajak dengan latihan spiritual. Hanya dengan demikian engkau layak untuk memanen yang namanya kebijaksanaan ilahi (Jnana). (Divine Discourse, Oct 7, 1993)

-BABA

No comments:

Post a Comment