Wednesday, June 19, 2019

Thought for the Day - 18th June 2019 (Tuesday)

Many think that concentration is the same as meditation and take to the wrong path. Concentration is below your senses, whereas meditation is above your senses. We use concentration involuntarily in our daily, normal routine life. When concentration is part and parcel of our daily life, why then do we need to practice it? What we have to practice is that which is beyond these normal senses. We must rise from being below the senses (that is the state of concentration) to the senses (the middle position called contemplation); and from there we must rise above the senses, which is called meditation. Between concentration and meditation there is an area which covers both and that is contemplation. To be in that area of contemplation is to free yourself of routine attachments of the world. When you have completely broken away all your attachments, you break through this area of contemplation and you get into the area of meditation.


Banyak orang yang berpikir bahwa konsentrasi adalah sama dengan meditasi dan mengambil jalan yang salah. Konsentrasi adalah dibawah inderamu, sedangkan meditasi adalah ada diatas inderamu. Kita menggunakan konsentrasi tanpa sadar dalam kehidupan sehari-hari kita, kehidupan normal rutin. Ketika konsentrasi adalah bagian hakiki dari kehidupan kita sehari-hari, mengapa kemudian kita perlu untuk mempraktikkannya? Apa yang harus kita praktikkan adalah yang melampaui indera yang normal ini. Kita harus bangkit dari yang ada di bawah indera (itu adalah tahapan konsentrasi) menuju pada indera (bagian tengah yang disebut dengan kontemplasi); dan dari bagian sana kita harus bangkit diatas indera, yang disebut dengan meditasi. Diantara konsentrasi dan meditasi ada area yang mencakup keduanya dan itu adalah kontemplasi. Untuk bisa ada di area kontemplasi itu adalah dengan membebaskan dirimu dari keterikatan rutin dunia. Ketika engkau telah sepenuhnya melepaskan keterikatanmu, engkau menerobos area kontemplasi dan engkau memasuki area meditasi. (Divine Discourse, Mar 28, 1975)

-BABA

No comments:

Post a Comment