Saturday, June 1, 2019

Thought for the Day - 1st June 2019 (Saturday)

People have specialised in various methods of worshipping God; there is a host of ceremonies, hymns, festivals, fasts, vows, pilgrimages, etc., but the best form of worship that will draw God’s grace in ample measure is obedience to His commands. Adulation is poor adoration! Placing God at a great distance from you and praising Him as Omniscient, Omnipotent and Omnipresent will not please Him. Develop nearness and kinship with God. Win Him by obedience, loyalty, humility and purity. Make your lives simple; fill the daily tasks with love and mutual cooperation; be tolerant towards the errors and failings of others; look upon them with empathy and understanding, and be calm under all conditions. Then, you and your country will certainly be very happy. Your sentiments will be unselfish and your emotions, tender. Envy, hatred and vindictiveness can gain no entrance into the stronghold of your mind where mercy, benevolence and indulgence stand guard.


Manusia telah terspesialisasi dalam berbagai bentuk pemujaan kepada Tuhan; ada pembawa acara, kidung suci, perayaan, puasa, tirakat, perjalanan suci, dsb, namun cara yang terbaik dalam pemujaan yang akan menarik karunia Tuhan secara berkelimpahan adalah mematuhi perintah-Nya. Puji-pujian yang berlebihan adalah pemujaan yang buruk! Menempatkan Tuhan di jarak yang jauh darimu dan memuji-Nya sebagai Maha tahu, Maha kuasa, dan Ada dimana-mana tidak akan menyenangkan Tuhan. Kembangkan kedekatan dan pertalian keluarga dengan Tuhan. Dapatkan Tuhan dengan ketaatan, kesetiaan, kerendahan hati, dan kesucian. Buatlah hidupmu sederhana; isilah tugas keseharianmu dengan kasih dan saling kerja sama; jadilah toleran kepada kesalahan dan kegagalan yang lain; pandanglah mereka dengan empati dan pemahaman, dan jadilah tenang dalam segala keadaan. Kemudian, engkau dan negaramu akan pasti bahagia. Perasaanmu akan menjadi tidak mementingkan diri sendiri dan emosimu akan menjadi lembut. Iri hati, kebencian, dan balas dendam tidak mendapat pintu masuk ke benteng pikiranmu ketika kemurahan hati, kebajikan, dan kepuasan berdiri melindungi. (Divine Discourse, May 12, 1970)

-BABA

No comments:

Post a Comment