Monday, September 16, 2019

Thought for the Day - 15th September 2019 (Sunday)

Tyaga (sacrifice or renunciation) is not going to the forest, leaving behind your spouse, children and property. What needs to be sacrificed is the hankering for results, the fruits of one’s actions. That is true sacrifice. You must renounce indiscriminate desires. Then only will your heart become pure. God desires only a pure, loving and sacred heart. God does not desire or need anything from you! It is only you who have desires. When you have noble desires, God will be happy. It is only then your family, society and coun¬try will experience peace and happiness. First and foremost, peace should reign in your own home. Then, that peace will be radiated to the society. When societies become good, the country will prosper. If peace is to be established in the country, the individual should experience peace in the first instance. World peace is possible only when peace is established at the individual level. If an individual is not at peace, how can there be peace in the world? 


Tyaga (pengorbanan atau pelepasan duniawi) bukanlah pergi ke dalam hutan, meninggalkan pasangan hidup, anak-anak, dan kekayaan. Apa yang perlu untuk dikorbankan adalah minat akan hasil, buah dari perbuatan seseorang. Itu adalah pengorbanan yang sejati. Engkau harus melepaskan keinginan yang bersifat sembarangan. Hanya dengan demikian hatimu akan menjadi suci. Tuhan hanya bersemayam dalam hati yang murni, penyayang, dan suci. Tuhan tidak menginginkan atau membutuhkan apapun juga darimu! Ini hanya dirimu yang memiliki keinginan. Ketika engkau memiliki keinginan yang mulia, Tuhan akan menjadi senang. Hanya dengan demikian keluarga, masyarakat, dan bangsamu akan mengalami kedamaian dan kebahagiaan. Pertama dan utama, kedamaian harus ada di dalam rumahmu sendiri. Kemudian, kedamaian itu akan memancar ke masyarakat. Ketika masyarakat menjadi baik, maka bangsa akan sejahtera.  Jika kedamaian harus ditegakkan dalam negara, maka kedamaian dalam individu harus dialami pertama. Kedamaian dunia hanya mungkin terjadi ketika kedamaian dapat terjadi di level individu. Jika seorang individu tidak damai, bagaimana bisa ada kedamaian di dunia? (Divine Discourse, Sep 5, 2006)

-BABA

No comments:

Post a Comment