Sunday, January 5, 2020

Thought for the Day - 3rd January 2020 (Friday)

When you perform an activity (kriya) as an offering to the Lord, your good, the higher good, and the highest good (swartha, parartha, and paramaartha) - all become one. First, I and you become we. Next, we and He become unified. The individual soul (the ‘I’ or jiva) should accomplish identity first with the creation (prakriti or ‘you’) and then with the Supreme Spirit (He or Paramatma). This journey is the significance of chanting the mantra Om Tat Sat. Today, yesterday and tomorrow, Om Tat Sat, is, was, and will be. ‘He’ and ‘I’ and the spiritual practice (sadhana) is also always there. Just as the sun is inseparable and is never apart from its rays, under no circumstances should any aspirant be without their spiritual practice. It is only when spiritual aspirants adhere to their spiritual disciplines in such an incessant manner that they can be said to be one with Om. 


Ketika engkau melakukan sebuah kegiatan (kriya) sebagai persembahan kepada Tuhan, kebaikanmu, kebaikan yang lebih tinggi, dan kebaikan yang tertinggi (swartha, parartha, dan paramartha) – semuanya menjadi satu. Pertama, aku dan kamu menjadi kita. Kemudian, kita dan Dia (Tuhan) menjadi satu. Jiwa individu (‘aku’ atau jiva) harus mencapai persamaan dengan ciptaan atau alam semesta (prakriti atau‘kamu’) dan kemudian dengan jiwa yang tertinggi (Dia atau Paramatma). Perjalanan ini adalah penting untuk melantunkan mantra Om Tat Sat. Hari ini, kemarin, dan besok, Om Tat Sat, adalah selalu ada. ‘Dia’ dan ‘aku’ dan latihan spiritual (sadhana) juga selalu ada. Seperti halnya matahari yang tidak terpisahkan dan tidak pernah terpisah dengan sinarnya, dalam keadaan apapun juga peminat spiritual seharusnya tidak boleh tanpa latihan spiritual. Hanya ketika peminat spiritual mematuhi disiplin spiritual mereka sedemikian rupa tanpa henti maka mereka dapat dikatakan menjadi manunggal dengan Om. (Prema Vahini, Ch 1)

-BABA

No comments:

Post a Comment