Monday, March 2, 2020

Thought for the Day - 29th February 2020 (Saturday)

When you are ill or when your mind is immersed in something else, you will not enjoy the taste of food. So also, when the heart is full of ignorance (tamas) or is wayward, you will not experience joy even when you are engaged in remembrance of the name (nama-smarana), devotional singing, recitation of the name (japa), or meditation. The tongue will be sweet as long as there is sugar on it. Likewise, if the pillar of light called devotion continues to burn in the corridor of the heart, there will be no darkness. The heart will be illumined in bliss. A bitter thing on the tongue makes the whole tongue bitter; when the qualities of greed and anger enter the heart, the brightness disappears, darkness dominates the scene, and one becomes the target of countless griefs and losses. Therefore, those who aspire to attain the holy presence of the Lord must acquire certain habits, disciplines, and qualities. 


Ketika engkau dalam keadaan sakit atau pikiranmu lagi tenggelam dalam sesuatu yang lain, engkau tidak akan menikmati rasa dari makanan. Begitu juga, ketika hati diliputi penuh dengan kebodohan (tamas) atau tidak patuh, engkau tidak akan mengalami suka cita bahkan ketika engkau melibatkan diri dalam mengingat nama suci Tuhan (nama-smarana), melantunkan kidung suci, mengulang-ulang nama suci Tuhan (japa), atau meditasi. Lidah akan terasa manis sepanjang ada gula di atasnya. Sama halnya, semasih pelita yang disebut dengan bhakti masih menyala di dalam relung hati, maka disana tidak akan ada kegelapan. Hati akan diterangi dalam kebahagiaan. Sesuatu rasa pahit ditaruh diatas lidah membuat seluruh lidah terasa pahit; ketika kualitas-kualitas seperti ketamakan dan kemarahan memasuki hatimu, maka cahaya terang akan menghilang, dan kegelapan akan menyelimuti semuanya dan seseorang menjadi sasaran dari kehilangan dan duka cita yang berkepanjangan. Maka dari itu, mereka yang berusaha mencapai kehadiran Tuhan yang suci harus memiliki kebiasaan, disiplin, dan kualitas-kualitas tertentu. (Prema Vahini, Ch 56)

-BABA

No comments:

Post a Comment