Sunday, March 29, 2020

Thought for the Day - 29th March 2020 (Sunday)

To grasp that service to God and service to mankind is one and the same is dependent on your destiny, past actions, and spiritual discipline. Until you grasp this unity, do meditation and repeat the name, so that your mind becomes free from the waves of thoughts and is filled with the divine form. Also, carry out deeds for the well-being of others. Devote your time to the service of the world, regardless of the results thereof. Thus you will become blessed. Otherwise, though the body may be inactive, your mind will be very busy, committing acts on its own. People with such minds fall prey to fate (karma) in spite of their not doing anything! When a person has the mind fixed on contemplation of God and the pursuit of truth, though the body and senses do acts that are of service to the world, they won’t be affected by them; though they do actions (karma), they are still non-doers of action. The lesson of the Bhagavad Gita is embedded in this. 


Untuk memahami bahwa pelayanan kepada Tuhan dan pelayanan kepada manusia adalah satu dan sama tergantung dari takdir, perbuatan masa lalu, dan latihan spiritualmu. Sampai engkau mengerti kesatuan ini, maka lakukanlah meditasi dan mengulang-ulang nama suci Tuhan, sehingga pikiranmu menjadi bebas dari gelombang-gelombang perasaan dan diisi dengan wujud Tuhan. Dan juga lakukanlah perbuatan untuk kesejahteraan yang lainnya. Curahkan waktumu untuk pelayanan pada dunia, terlepas dari hasilnya. Jadi engkau akan menjadi diberkati. Sebaliknya, walaupun tubuhmu tidak aktif namun pikiranmu menjadi sangat sibuk, melakukan perbuatannya sendiri. Orang-orang dengan pikiran seperti itu akan menjadi mangsa dari nasib (karma) meskipun mereka tidak melakukan apa-apa! Ketika seseorang telah memusatkan pikiran pada perenungan pada Tuhan dan mencari kebenaran, walaupun tubuh dan indera melakukan perbuatan dalam pelayanan pada dunia, mereka tidak akan terpengaruhnya oleh kegiatan tersebut; walaupun mereka melakukan perbuatan (karma), mereka masih bukan sebagai pelaku tindakan. Pelajaran dari Bhagavad Gita tertanam dalam hal ini. (Prema Vahini, Ch 72)

-BABA

No comments:

Post a Comment