Thursday, April 29, 2021

Thought for the Day - 3rd April 2021 (Saturday)

The Divine is the base — and is also the superstructure. The beads are many, but the interconnecting and integrating string of the rosary is one. So also for the entire world of living beings; God, the permanent, omnipresent, Supreme Divine Consciousness (Parabrahman), is the base. “I am God (soham)”, “He is I”, “I am that” - all these axioms indicate that even those that differentiate themselves under names and forms are in fact God Himself. The bubble born of water floats in it and bursts to become one with it. All the visible objective worlds are like the bubbles emanating from the vast ocean of Divinity, Brahman. They are on the water and are sustained by water. How else can they arise and exist? Finally, they merge and disappear in water itself. Water is one; bubbles are plentiful. Water is real; bubbles are appearances. Water is the basis; bubbles are delusive forms of the same imposed on it. 



Tuhan adalah sebagai dasar dan juga sebagai bangunan diatasnya. Biji dari japa mala ada begitu banyak, namun benang yang menghubungkan dan menyatukannya adalah satu. Begitu juga seluruh dunia bagi makhluk hidup; Tuhan yang bersifat abadi, ada dimana-mana, kesadaran Tuhan tertinggi (Parabrahman), adalah sebagai dasar. “Aku adalah Tuhan (Soham)”, “Beliau adalah aku”, “aku adalah Tuhan” – semua aksioma ini menunjukkan bahwa bahkan mereka yang membedakan diri mereka dengan nama dan wujud sejatinya adalah Tuhan sendiri. Gelembung-gelembung air muncul dari air mengapung di atas air dan kemudian lenyap serta kembali menyatu ke dalam air. Semua benda-benda yang kasat mata di dunia ini adalah seperti gelembung-gelembung air dari lautan luas Tuhan atau Brahman. Semuanya ada di air dan ditopang oleh air. Bagaimana lagi cara mereka muncul dan ada? Pada akhirnya, semuanya itu menyatu dan menghilang di dalam air itu sendiri. Air adalah satu; sedangkan gelembung-gelembungnya ada begitu banyak. Air adalah yang nyata; gelembung-gelembung air itu adalah aspeknya. Air adalah dasarnya; gelembung air adalah wujud-wujud delusi (yang tidak nyata) dimana hal yang sama yang dikenakan padanya. (Sutra Vahini, Ch 2)

-BABA

 

No comments:

Post a Comment