Thursday, July 17, 2008

Thoughts for the Day - 18th July 2008 (Friday/Guru Poornima)


'Gu' means darkness and 'Ru' means light. Guru (spiritual preceptor) scatters darkness through light; he imparts wisdom which roots out our ignorance. 'Gu' also connotes 'Gunaatheetha' (One who is beyond 'gunas' or attributes) and 'Ru' connotes 'Roopavarjitha' (One who has transcended Form). Do not seek human Gurus, however great their reputation. They are bound by the qualities they have developed and they are still in need of the Form so that they may conceive of Reality. They themselves being limited, how can they communicate to you the Unlimited? Pray to the Parabrahma Principle (transcendental principle) or God within you to reveal Itself. Accept that as the Guru and you will be illumined.

'Gu' artinya kegelapan dan 'Ru' diartikan sebagai cahaya/lentera. Guru (pembimbing spiritual) mengusir kegelapan melalui lentera cahaya-Nya; ia menanamkan kebijaksanaan yang akan mencabut akar-akar kegelapan batin kita. 'Gu' juga diasosiasikan dengan istilah 'Gunaatheetha' (Ia yang tak terpengaruh oleh 'guna' atau atribut-atribut) dan 'Ru' dikonotasikan dengan istilah 'Roopavarjitha' (Ia yang tidak terikat oleh wujud/rupa). Janganlah mencari human Gurus (guru-guru sesama manusia), walaupun mungkin mereka mempunyai reputasi yang sangat hebat. Sebab human gurus masih terikat dengan kualitas yang telah dimilikinya dan mereka masih membutuhkan wujud/rupa agar dapat memahami Realitas (absolut). Apabila para guru itu masih serba terbatas, maka bagaimanalah mungkin mereka bisa mengajarkanmu tentang sesuatu yang Unlimited? Berdoalah kepada prinsip Parabrahma (prinsip transcendental) atau Divinity yang ada di dalam dirimu sendiri agar Beliau menampakkan diri-Nya. Terimalah Ia sebagai Guru-mu, maka engkau akan mencapai pencerahan.
-BABA

No comments:

Post a Comment