Wednesday, July 23, 2008

Thoughts for the Day - 24th July 2008 (Thursday)


The word 'Dharma', which is really bound up with an infinite variety of meanings, is regarded in common usage as referring to actions like charity, performing good deeds, going on pilgrimages and discharging one's duties, etc. But these relate only to external actions. Dharma is eternal, the same for everyone, everywhere. It expresses the significance of the inner Atma. The birth place of Dharma is the heart. What emanates from the heart as a pure idea, when translated into action is Dharma. The true Dharma of every human being is to make every endeavour to realize the Divine; Dharma should lead to Self-realization.

Istilah 'Dharma' mempunyai arti/makna yang tak terhingga banyaknya, namun pada umumnya istilah ini digunakan dalam hal-hal yang berkaitan dengan tindakan-tindakan seperti: kedermawanan, perbuatan bajik, berziarah ke tempat-tempat suci serta melaksanakan tugas/tanggung-jawab, dll. Akan tetapi semuanya itu berkaitan dengan tindakan-tindakan eksternal. Dharma bersifat abadi, ia berlaku sama untuk setiap orang dan dimanapun juga. Dharma merupakan ekspresi Atma. Tempat kelahiran Dharma adalah di dalam hati (nurani). Ide-ide luhur yang muncul dari dalam hati dan apabila diterjemahkan ke dalam tindakan (bajik), maka itulah yang disebut sebagai Dharma. Setiap orang (umat manusia) masing-masing mempunyai Dharma sejatinya yaitu melakukan segala daya-upaya untuk merealisasikan Divine; Dharma menjadi penuntunmu dalam mencapai Self-realisation (pencerahan diri).
-BABA

No comments:

Post a Comment