Monday, July 7, 2008

Thoughts for the Day - 8th July 2008 (Tuesday)


The nature of Divine love is different from that of human attachment. It is timeless and constant. Make it your sole ideal. It is inherent in you; all that needs to be done is to manifest it in the proper way. If there is sugar at the bottom of a tumbler of water, you can make the water sweet by stirring the sugar to dissolve it. Likewise, your heart is a tumbler at the bottom of which there is Divinity. Take the spoon of Buddhi (intellect), stir the heart by the process of Sadhana (spiritual effort). Then, the Divinity in the heart will permeate the entire body.

Sifat alami Divine love berbeda dengan love yang terkandung di dalam kemelekatan manusia. Divine love bersifat abadi dan konstan. Jadikanlah ia sebagai idealisme bagimu. Sebenarnya Divine love sudah ada di dalam dirimu; yang perlu engkau lakukan hanyalah melakukan daya-upaya untuk memanifestasikannya. Apabila di dasar sebuah gelas (air) telah terdapat gula, maka engkau bisa membuat air itu menjadi manis dengan jalan mengaduk-aduk gula tersebut agar tercampur rata bersama dengan airnya. Demikianlah, hatimu adalah bagaikan gelas tadi dimana di bagian dasar hatimu telah terdapat Divinity. Pergunakanlah sendok Buddhi (intellect) dan aduklah hatimu melalui proses yang dinamakan Sadhana (upaya spiritual). Dengan demikian, maka Divinity akan mengisi sekujur dirimu (lahir dan batin).

-BABA

No comments:

Post a Comment