Friday, June 5, 2009

Thought for the Day - 5th June 2009 (Friday)


Brahman is the immovable Totality, the Eternal, the True, the Pure and the Attributeless. Just as the road, though itself stationary, enables the car to move over it, the Brahman principle is the basis for the existence and activities of Jivis (individual beings). In fact, there is only One that appears as two. Look outward, it is Jivi; look inward, it is God. The outer vision makes you forget; the inner makes you remember. When man seeks to rise to the divinity which is his reality, he struggles to recollect and experience his true nature. When he grovels in the lower levels of consciousness and is enmeshed in the world, he is caught in the coils of forgetfulness. Removing selfish desires and expanding one's urge to love and serve is the most effective way to merge in the Supreme Consciousness.

Brahman itu tidak Bergerak, Abadi, Benar, Murni, dan tanpa Atribut. Sama seperti sebuah jalan, meskipun tidak dapat bergerak dengan sendirinya, jalan ini memungkinkan mobil bergerak melewatinya, prinsip Brahman adalah dasar untuk keberadaan dan aktivitas dari Jivi (mahluk individu). Dalam kenyataannya, hanya ada satu yang muncul sebagai dua. Lihatlah diluar dirimu, itu adalah Jivi; lihatlah dalam dirimu, itu adalah Tuhan. Pandangan seperti ini membuatmu lupa, batinmulah yang membuatmu ingat. Ketika manusia berusaha bangkit menuju sifat Ketuhanan yang merupakan sifat sejatinya, manusia berjuang untuk mengingat kembali dan mengalami kebenaran sejatinya. Ketika manusia merendahkan dirinya pada tingkat yang lebih rendah dari kesadarannya dan terperangkap dalam keduniawian, maka dia menjadi lupa tentang siapa dia yang sebenarnya.Menghilangkan keinginan-keinginan yang mementingkan diri sendiri dan mengembangkan keinginan untuk mengasihi dan melayani merupakan cara yang paling efektif untuk menyatu dengan Kesadaran Tertinggi.

-BABA

No comments:

Post a Comment