Saturday, October 1, 2011

Thought for the Day - 1st October 2011 (Saturday)

You may think that you are enjoying the pleasures; but really speaking, it is the pleasures that are enjoying you. They sap your energies, dry up your discrimination, consume your allotted years, and infest your mind with egoism, envy, malice, hate, greed and lust. Many who claim to revere the Vedas and Shaastras (scriptures) are not practising what they teach. The scriptures teach that it is important to remove the weeds of lust and greed, of hate and pride in the garden of your heart. In the grounds thus cleared, plant the fragrant flowering plants of Prema (love) and cultivate tasty fruit-bearing trees of Dharma (virtue). Never plunge into action spurred by momentary impulse; ponder deeply over the pros and cons; weigh the expected benefits against the likely harm; then act so that you escape pain and you do not inflict pain on others. This is true in worldly matters as well as in the spiritual field.

Engkau mungkin berpikir bahwa engkau sedang menikmati kesenangan, tetapi sesungguhnya, kesenanganlah yang menikmati-mu. Kesenangan dapat melemahkan energimu, melemahkan diskriminasimu, mengabiskan waktumu, dan memenuhi pikiranmu dengan egoisme, iri hati, kedengkian, kebencian, keserakahan dan nafsu. Banyak orang yang menyatakan menghormati Weda dan Shaastras (kitab suci), tidak mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari. Kitab-kitab suci mengajarkan pentingnya untuk mencabut rumput-rumput liar nafsu dan keserakahan, kebencian dan kebanggaan yang ada di taman hatimu. Di taman yang telah dibersihkan seperti itu, tanaman menghasilkan bunga dengan keharuman Prema (cinta-kasih) dan menghasilkan buah Dharma (kebajikan) yang lezat. Jangan pernah terjun ke dalam tindakan yang didorong oleh dorongan sesaat; pertimbangkanlah secara mendalam pro dan kontra dari tindakan tersebut; pertimbangkan manfaat yang diharapkan serta kemungkinan bahaya yang akan dihadapi; kemudian setelah itu barulah engkau bertindak sehingga engkau bisa melepaskan diri dari penderitaan dan tidak menyakiti orang lain. Kebenaran ini berlaku baik dalam hal duniawi maupun di bidang spiritual.

-BABA

No comments:

Post a Comment