Monday, June 24, 2013

Thought for the Day - 24th June 2013 (Monday)

Arjuna’s dejection was a case of finely disguised egoism. He was a hero until he came to the battlefield and became a coward. It was all about ‘I and Mine’; “I will go to hell, I would rather beg, I will not fight my uncle, my Guru, my cousin, etc.” ‘I and mine’ are two poison fangs; they have to be removed to make you harmless. Krishna counselled Arjuna: “You are not killing, so don’t be conceited, they are deathless; the death sentence on their bodies has already been pronounced and you are merely executing God’s will!” Krishna made Arjuna aware of himself and removed his delusions. Arjuna realized that he was but an instrument in the hands of the Lord. You too must learn from that lesson, for otherwise, there will be no end to your misery. Always pray Thamaso maa jyothirgamaya - Lead me from darkness to light. Egoism is darkness (thamas); Surrender (Sharanagathi) is light.

Penderitaan Arjuna disebabkan oleh egoisme yang menyelubunginya. Dia adalah pahlawan sampai ia datang ke medan perang dan menjadi pengecut. Itu semua tentang 'Aku dan Kepunyaan-Ku': "Aku akan masuk neraka, aku lebih baik menolak, aku tidak akan melawan paman-ku, Guru-ku, sepupu-ku, dll." 'Aku dan kepunyaanku adalah dua ular beracun; keduanya harus disingkirkan untuk membuatmu tidak berbahaya. Krishna menasihati Arjuna: "Engkau tidak membunuh, jadi janganlah sombong, mereka sesungguhnya kekal, kematian pada badan jasmani mereka telah dijatuhkan dan engkau hanya menjalankan kehendak Tuhan!" Krishna membuat Arjuna menyadari dirinya dan menghapus delusi. Arjuna menyadari bahwa ia hanyalah alat di tangan Tuhan. Engkau juga harus belajar dari pelajaran itu, karena kalau tidak, tidak akan ada akhir dari penderitaan-mu. Selalulah berdoa Thamaso maa jyothirgamaya - Tuntunlah aku dari kegelapan menuju cahaya. Egoisme adalah kegelapan (thamas); Surrender (Sharanagathi) adalah cahaya.

-BABA

No comments:

Post a Comment