Monday, June 3, 2013

Thought for the Day - 3rd June 2013 (Monday)

While in the forest, Rama was once reclining with His head on the lap of Sugriva and the monkey leaders were around Him. The moon was shining overhead in full glory, but there was the tell-tale spot which marred the fullness of the effulgence. Rama asked each one of them what the spot indicated. Each one gave a different explanation. The reflection of the sea, one said, a deep pit, said another; a mountain range said a third. It was Hanuman’s turn – He said, “It is Your reflection I see on the moon, Your colour, nothing else!” That was a simple example of his devotion. Everywhere, every time, in every person, he only saw Lord Rama. One must dedicate all tasks as offerings to the Lord. Never deviate from that attitude. Hanuman was such a devotee; Rama was the very life-breath for him.

Saat di dalam hutan, suatu ketika Sri Rama berbaring dengan kepala-Nya di atas pangkuan Sugriwa dan pemimpin monyet berada di sekitar-Nya. Bulan bersinar di atas kepala dalam kemuliaan penuh, tetapi ada terlihat suatu tanda (kekurangan/kelemahan) yang  merusak kesempurnaan cahaya tersebut. Sri Rama meminta pendapat mereka masing-masing mengenai hal tersebut. Masing-masing memberikan penjelasan yang berbeda. Yang pertama menyatakan itu merupakan refleksi dari laut, yang kedua menyebutkan, itu merupakan sebuah lubang yang dalam, dan yang ketiga menyatakan itu sebuah pegunungan. Sekarang giliran Hanuman - Dia berkata, "! Ini adalah refleksi dari Engkau yang aku lihat di bulan, rona yang Engkau pancarkan, tidak ada yang lain." Itu merupakan contoh sederhana pengabdian Hanuman. Di mana-mana, setiap saat, pada setiap orang, ia hanya melihat Sri Rama. Seseorang harus mendedikasikan semua  pekerjaannya sebagai persembahan kepada Tuhan. Janganlah menyimpang dari sikap itu. Hanuman adalah pemuja/bhakta seperti itu; Sri Rama adalah nafas-kehidupan baginya.
-BABA

No comments:

Post a Comment