Thursday, June 6, 2013

Thought for the Day - 6th June 2013 (Thursday)

The life principle (Jeevathathwa) is like the grain covered in the husk of delusion (Maya), as that rice is enveloped in the paddy. The husk (Maya) has to be removed. The grain (Jeevathathwa) has to be boiled and made soft and assimilated so that it might add to health and strength. The softened rice can be compared to the Supreme Soul (Paramathma). The mind should be employed in this process. It has to be fixed in the Truth (Sathya) and the Ever-lasting (Nithya). To remove the husk, Discrimination (Viveka) is an effective instrument. Develop the power of discrimination and find out, which is beneficial, and which is not. Seek the light always – be full of confidence and zest. Never yield to despair, for it has never produced any results!

Prinsip Kehidupan (Jeevathathwa) dapat diibaratkan seperti beras yang dibungkus oleh kulit ari/sekam khayalan (Maya). Sekam (Maya) ini harus dilepaskan. Beras (Jeevathathwa) harus direbus dan dibuat lembut dan mudah dicerna sehingga bisa menambah kesehatan dan kekuatan. Beras yang lembut (nasi) dapat diibaratkan dengan Jiwa Agung (Paramathma). Pikiran harus digunakan dalam proses ini, agar tetap dalam Kebenaran (Sathya) dan abadi (Nithya). Diskriminasi (Viveka) merupakan instrumen yang efektif, untuk melepaskan sekam ini. Kembangkanlah kemampuan diskriminasi dan engkau hendaknya bisa menemukan yang mana yang bermanfaat, dan yang mana yang tidak bermanfaat. Engkau hendaknya selalu mencari cahaya - cahaya yang bisa menumbuhkan semangat dan percaya diri. Jangan pernah mengalah pada keputusasaan, karena hal itu tidak akan menghasilkan hasil apapun!

-BABA

No comments:

Post a Comment