Sunday, April 20, 2014

Thought for the Day - 20th April 2014 (Sunday)

Oblivious to the presence of the Divine within, people embark on the quest for God. They behave like a person who goes to borrow milk from their neighbour, forgetting the wish-fulfilling cow (Kamadhenu) in their backyard. Avatars are of two kinds: Amsavatar and Purnavatar. Every human being is an Amsavatar (partial incarnation of the Divine); in the Gita, Lord Krishna says, ‘a part of the Divine Soul has become the individual soul in the world of living beings (Mamaivaamso jeevaloke jeevabhutah-sanaatanah)’. Many partial incarnations get caught up in Maya (worldly illusion), develop egoism and possessiveness, and lead worldly lives. Purnaavatar (full incarnation of the Divine) may behave, according to the circumstances, as if they were subject to Maya, but they are free from Maya at all times. They subdue and transcend Maya, and manifest their full Divinity to the world throughout their lives.

Tidak menyadari adanya Tuhan yang bersemayam di dalam diri, orang-orang memulai pencarian Tuhan. Mereka berperilaku seperti orang yang pergi untuk meminjam susu dari tetangga mereka, melupakan keinginan-pemenuhan sapi (Kamadhenu) di halaman belakang mereka. Avatar ada dua macam: Amsavatar dan Purnavatar. Setiap manusia adalah Amsavatar (inkarnasi sebagian dari Tuhan); dalam Gita, Krishna berkata, 'bagian dari Tuhan, di dunia ini menjadi individu (Mamaivaamso jeevaloke jeevabhutah-sanaatanah)'. Banyak inkarnasi parsial terjebak dalam Maya (ilusi duniawi), mengembangkan egoisme dan posesif, dan menjalani kehidupan duniawi. Purnaavatar (inkarnasi penuh dari Tuhan) mungkin berperilaku, sesuai dengan keadaan, seolah-olah mereka tunduk pada Maya, tetapi setiap saat mereka bebas dari Maya. Mereka menaklukkan dan melampaui Maya, dan menunjukkan Divinity penuh mereka kepada dunia sepanjang hidup mereka. (Divine Discourse, Aug 14, 1990)

-BABA

No comments:

Post a Comment