Wednesday, July 16, 2014

Thought for the Day -16th July 2014 (Wednesday)

Many of you do not consider the sacred values of Sathya, Dharma, Shanthi, Prema and Ahimsa as inner current that are present within you. In fact, they form the basic foundation of human life. Without the basic fundamentals, the more knowledge you acquire, the greater and longer you continue to be a fool, if you do not invest effort to realize your true nature. Truth is present and latent within everyone. It is a precious gift from God. Whether you recognize these facts or not, and even if you consider them as irrelevant, these facts remain. Hence now onwards, you must install Truth deeply in your heart. Love is the natural fruit of developing Truth. If you grow in truthfulness, then as a result, Love blossoms from within. Along with Sathya and Prema, comes Ahimsa. Truth sustains Ahimsa or Non-Violence. You will find that the value of Non-violence is often absent, in every person, wherever and whenever Love is absent.

Banyak dari kalian tidak menganggap nilai-nilai suci Sathya, Dharma, Shanthi, Prema, dan Ahimsa sebagai arus batin yang ada dalam dirimu. Sesungguhnya, semua nilai itu membentuk fondasi dasar kehidupan manusia. Tanpa dasar fundamental, semakin banyak pengetahuan yang engkau peroleh, semakin besar dan lebih lama engkau terus menjadi bodoh, jika engkau tidak menanamkan upaya untuk menyadari sifat sejatimu. Kebenaran ada dan laten dalam semua orang. Inilah karunia yang berharga dari Tuhan. Apakah engkau mengakui fakta ini atau tidak, dan bahkan jika engkau tidak menganggapnya sebagai tidak relevan, fakta-fakta ini tetap ada. Oleh karena itu sekarang dan seterusnya, engkau harus menanamkan Kebenaran mendalam dalam hatimu. Cinta-kasih adalah buah alami untuk mengembangkan Kebenaran. Jika engkau tumbuh dalam kebenaran, maka sebagai akibatnya, cinta-kasih berkembang dari dalam diri. Seiring dengan tumbuhnya Sathya dan Prema, maka muncul Ahimsa. Kebenaran menopang Ahimsa atau tanpa-Kekerasan. Engkau akan menemukan bahwa nilai tanpa-kekerasan sering tidak ada, pada setiap orang, dimanapun dan kapanpun cinta-kasih tidak ada. (My Dear Students, Vol 2, Ch 13, June 7 2007)

-BABA

No comments:

Post a Comment