Wednesday, September 17, 2014

Thought for the Day - 16th September 2014 (Tuesday)

Dakshah is the quality of having firm determination to perform pure actions. The determination should be confined to actions that are pure, helpful to others and that sublimate you. At all circumstances, you must choose to act in a good manner and strictly refrain from any impure act. A person who can accomplish this is called Dakshah, and is very dear to the Lord. Udaseenah means the freedom from attachment. It means remaining serene and unruffled by fame or blame, peace or sorrow, loss or gain, pleasure or pain, not elated by prosperity or depressed by failure. You must never succumb to calumny, nor should you exult over fame. Fame and blame are like passing clouds; they must be treated the same. If you take them seriously, they will give rise to agitations in the mind, which may lead to demonic tendencies. Any devotee who possesses these sacred virtues is very dear to the Lord.


Dakshah adalah kualitas yang memiliki tekad kuat untuk melakukan tindakan murni. Kebulatan tekad hendaknya dibatasi pada tindakan yang murni, membantu orang lain, maka itu akan menghaluskanmu. Di segala situasi, engkau harus memilih untuk bertindak dengan cara yang baik dan dengan disiplin yang kuat menahan diri dari tindakan yang tidak murni. Seseorang yang dapat mencapai hal ini disebut Dakshah, dan merupakan kekasih Tuhan. Udaseenah berarti bebas dari keterikatan. Ini berarti yang tersisa adalah  ketenangan hati dan tidak terpengaruh oleh pujian atau hinaan, kedamaian atau kesedihan, kerugian atau keuntungan, kesenangan atau rasa sakit, dan tidak bahagia dengan kemakmuran atau tertekan oleh kegagalan. Engkau seharusnya tidak mengalah pada fitnah, juga tidak seharusnya engkau bersuka ria atas ketenaran. Pujian dan hinaan dapat diibaratkan seperti awan yang berlalu; mereka harus diperlakukan dengan sama. Jika engkau menganggapnya serius, mereka akan menimbulkan agitasi dalam pikiran, yang dapat menyebabkan kecenderungan yang buruk. Setiap bhakta yang memiliki keutamaan yang mulia seperti tersebut adalah kekasih Tuhan.  (Divine Discourse, August 30, 1993)

-BABA

No comments:

Post a Comment