Monday, October 13, 2014

Thought for the Day - 13th October 2014 (Monday)

The base for making a pot is clay. For making a pot, the potter is the cause and the pot is the effect. The pot may break, but the clay remains as it is. Out of a permanent substance, clay, the potter makes a pot. The fate of the pot does not affect the potter. The clay in the pot too has no impact on the potter. Extending the analogy, God is the changeless Creator, who creates innumerable objects in creation, which are subject to change in name and form. A pot cannot be made without the potter and the clay; both are necessary. Similarly the Creator is the instrumental cause of creation (Nimitta Karana). The human body may perish, like the pots, but the Creator and the Elements used for creation are imperishable. The human beings, during their lifetime, have a choice - to put their body to good use or bad use.

Bahan dasar untuk membuat pot adalah tanah liat. Untuk membuat pot, si pembuatnya adalah penyebabnya dan pot adalah akibatnya. Pot bisa pecah, tetapi tanah liat tetap seperti itu. Dari bahan yang permanen, tanah liat, si pembuat membuat pot tersebut. Takdir dari pot tidak mempengaruhi si pembuat pot tersebut. Tanah liat dalam pot juga tidak berdampak pada si pembuat. Dengan memperluas analogi tersebut, Tuhan adalah Sang Pencipta, yang menciptakan benda-benda yang tak terhitung jumlahnya dalam penciptaan, yangmana subjeknya dapat berubah baik dalam nama dan bentuk. Sebuah pot tidak dapat dibuat tanpa si pembuat dan tanah liat; keduanya diperlukan. Demikian pula Sang Pencipta adalah penyebab instrumental ciptaan (Nimitta Karana). Badan jasmani manusia bisa mati/hancur, sama seperti pot, tetapi Sang Pencipta dan Elemen yang digunakan untuk membuatnya tidak akan bisa hancur. Manusia, selama hidup mereka, memiliki pilihan - menggunakan badan jasmani yang telah diberikan, dengan baik atau dengan buruk. (My Dear Students, Vol 3, Ch 16, “Sri Adi Shankaracharya: His Life”)

-BABA

No comments:

Post a Comment