Thursday, October 16, 2014

Thought for the Day - 16th October 2014 (Thursday)

The observance of nonviolence has been described as the highest form of Dharma. All the violence in the world today is due to the fact that people do not lead righteous lives. It has been said that the body has been given essentially to pursue Dharma. Among the teachings of the Buddha to the world, the foremost was Ahimsa (not causing harm to anyone). Nonviolence is not merely refraining from inflicting injuries on others with one's limbs or weapons. Nonviolence has to be practised with Thrikarana Shuddhi (purity of thought, word and deed). There should be no ill-feelings, which is itself a form of violence. To cause harm to others through one’s body is Himsa (violence). No one should be harmed even by speech. The speech should be sweet, pleasing and wholesome. All actions should be helpful to others.

Menjalankan tanpa kekerasan adalah bentuk tertinggi dari Dharma. Semua kekerasan di dunia yang terjadi saat ini adalah karena orang-orang tidak menjalani kehidupan dengan benar. Telah dikatakan bahwa badan jasmani telah diberikan pada dasarnya untuk mengejar Dharma. Di antara ajaran Buddha di dunia, yang terutama adalah Ahimsa (tidak menyakiti siapa pun). Tanpa-kekerasan tidak hanya sekedar menahan diri agar tidak melukai seseorang baik dengan anggota badan maupun dengan senjata. Tanpa-kekerasan harus dilakukan dengan Thrikarana Shuddhi (kemurnian pikiran, perkataan dan perbuatan). Seharusnya tidak ada perasaan yang terlukai, karena itu sendiri merupakan bentuk kekerasan. Menyebabkan penderitaan kepada orang lain melalui badan jasmaninya adalah Himsa (kekerasan). Tidak ada yang seharusnya dirugikan bahkan dengan kata-kata. Kata-kata yang diucapkan seharusnya manis, menyenangkan dan bermanfaat. Semua tindakan yang dilakukan seharusnya membantu orang lain. (Divine Discourse, May 15, 1996)

-BABA

No comments:

Post a Comment