Thursday, October 9, 2014

Thought for the Day - 9th October 2014 (Thursday)

A person with gratitude is meritorious and an ungrateful person is a sinner. Throughout your life, never forget even a small help that someone has rendered to you. Remember that you are who you are because someone helped you in the past. The word Paropakara (helping others) is a combination of three terms – Para + Upa + Kara. Para = Atma; Upa = Near and Kara = action. The objective of your meritorious deeds must be to progress nearer to God. The same Divine (Atma) is present in you and everyone. Do not perform noble deeds with the feeling that you are doing charity. Real Paropakara is to act with faith and do meritorious acts to serve the Divine in others, without entertaining feelings of division and difference. Understand clearly that physically harming or injuring others is not the only sin, but seeing others as different from the Divine within you is also sin. You may be different individuals in bodies, but the Lord within is One.

Seseorang yang tahu rasa terima kasih adalah orang yang mulia dan orang yang tidak tahu terima kasih adalah orang yang berdosa. Sepanjang hidupmu, janganlah pernah lupa bahkan terhadap bantuan kecil seseorang yang telah diberikan kepadamu. Ingat bahwa engkau ada saat ini karena seseorang membantumu di masa lalu. Kata Paropakara (membantu orang lain) adalah kombinasi dari tiga istilah - Para + Upa + Kara. Para = Atma; Upa = dekat dan Kara = tindakan. Tujuan dari tindakan-tindakan yang engkau lakukan harus maju untuk lebih dekat kepada Tuhan. Divine (Atma) yang sama ada  dalam dirimu dan semua orang. Janganlah melakukan perbuatan mulia dengan perasaan bahwa engkau sedang melakukan perbuatan amal. Paropakara sejati adalah untuk bertindak dengan keyakinan dan melakukan tindakan mulia untuk melayani Tuhan pada orang lain, tanpa adanya perasaan perpecahan dan perbedaan. Engkau hendaknya memahami dengan jelas bahwa secara fisik merugikan atau melukai orang lain bukan satu-satunya dosa, tetapi melihat orang lain sebagai berbeda dengan Divine yang ada di dalam dirimu juga dosa. Engkau mungkin individu yang berbeda dalam badan jasmani, tetapi Tuhan yang bersemayam dalam dirimu adalah Satu. (My Dear Students, Vol 3, Ch 14, “The Glorious Childhood Days”)

-BABA

No comments:

Post a Comment