Wednesday, March 11, 2015

Thought for the Day - 11th March 2015 (Wednesday)


The Divine is the base, and also the superstructure. The beads are many, but the interconnecting, integrating string of the rosary is one. So also for the entire world of living beings; God, the permanent, omnipresent Parabrahman, is the base. The scriptures proclaim, “He who realises Divine verily becomes Divine (Brahmavid Brahmaiva Bhavathi)”. The bubble born of water floats in it and bursts to become one with it. All the visible objective worlds are like bubbles emanating from the vast ocean of Divinity, Brahman. They are on the water and are sustained by water. How else can they arise and exist? Finally, they merge and disappear in water itself. For their origination, subsistence, and mergence, they depend only on water. Water is the basis; bubbles are delusive forms of the same imposed on it.
Divine adalah dasar, dan juga suprastruktur. Manik-manik jumlahnya banyak, tetapi interkoneksi, yang mengintegrasikan benang rosario/tasbih adalah satu. Begitu juga bagi seluruh  makhluk hidup di dunia; Tuhan, yang permanen, Parabrahman yang ada di mana-mana, adalah dasar. Kitab suci menyatakan, "Dia yang menyadari Tuhan sesungguhnya menjadi Ilahi (Brahmavid Brahmaiva Bhavathi)". Gelembung tercipta dari air, mengapung di dalamnya dan menyembur menjadi satu dengannya. Semua dunia obyektif terlihat seperti gelembung yang berasal dari lautan luas Divinity, yaitu Brahman. Mereka berada di air dan ditopang oleh air. Bagaimana lagi mereka bisa muncul dan eksis? Akhirnya, mereka menyatu dan menghilang di dalam air itu sendiri, karena asal, subsisten/penghidupan, dan penyatuan, mereka hanya bergantung pada air. Air adalah dasar; gelembung adalah bentuk menyesatkan yang sama yang dikenakan pada itu. (Sutra Vahini, Ch 2)

-BABA

No comments:

Post a Comment