Friday, December 11, 2015

Thought for the Day - 10th December 2015 (Thursday)

Just as the woman should consider one person and one person alone as her master and husband, the man too has to be faithful to one woman and one woman alone, as his mate, his wife. She has to consider the husband as Divine and worship him and minister to and follow his desires for the fulfilment of her duty of loyalty to the husband (pativrata); so too, man should honour his wife as the ‘mistress of the home’ and act in accordance with her wishes, for she is the Grihalakshmi (Goddess of prosperity of the home). Only then can he deserve the status of ‘man’. Name and fame, honour and dishonour, vice and wickedness, good and bad are all equal and uniform to both men and women. There is no such thing as woman alone being bound and men being free; both are equally bound by the rules of dharma. Both will fall into adharma if they conduct themselves without due consideration of the attributes mentioned above.


Seperti halnya wanita yang harus menganggap satu orang dan satu orang saja sebagai junjungan dan suaminya, laki-laki juga harus setia pada satu wanita dan hanya pada satu wanita saja, sebagai pasangan dan istrinya. Istri harus menganggap suaminya sebagai Tuhan dan memujanya serta melayaninya dan mengikuti keinginananya untuk memenuhi kewajiban sebagai istri akan kesetiaannya kepada suami (pativrata); begitu juga, suami harus menghormati istrinya sebagai ‘nyonya rumah’ dan berbuat sesuai dengan keinginannya karena istri di rumah adalah Grihalakshmi (Dewi kesejahteraan di dalam rumah). Hanya dengan demikian maka suami bisa layak mendapatkan status ‘laki-laki’. Nama dan ketenaran, hormat dan tercela, sifat buruk dan kejahatan, baik dan buruk semuanya adalah sama bagi keduanya baik laki-laki dan wanita. Tidak ada yang namanya bahwa hanya wanita saja yang terikat sedangkan yang laki-laki adalah bebas; keduanya adalah sama terikat oleh aturan dharma. Keduanya akan jatuh ke dalam kejahatan (adharma) jika mereka bertingkah laku tanpa mempertimbangkan kualitas yang disebutkan diatas. (Dharma Vahini, Ch 6)

-BABA

No comments:

Post a Comment