Wednesday, December 30, 2015

Thought for the Day - 30th December 2015 (Wednesday)

People today crave for material comforts and luxury (bhoga). From bhoga, you will only get rogha, diseases! Understand that money is of no help in developing good qualities. Sacrifice alone can develop noble qualities within you. Indeed through sacrifice (thyaga), you can get bliss and eternal joy (yoga). Many people shift to cities in pursuit of comfort and luxuries, and find themselves in multitude of difficulties and sorrow. This is their own making. In fact, city life defiles true culture in all possible ways and you can never obtain happiness from happiness (Na sukhat labhyate Sukham). It is only through suffering can you derive happiness. To make your life happy, you must undertake selfless service. The ancient culture is most preserved in villages than in cities and towns. Hence, go to villages, find out their needs and alleviate their suffering. Hands that serve are always holier than lips that pray.

Orang-orang saat sekarang mencari kesenangan materi dan kemewahan (bhoga). Dari bhoga, engkau hanya akan mendapatkan penyakit (rogha)! Pahamilah bahwa uang tidak membantu dalam mengembangkan sifat-sifat yang baik. Hanya pengorbanan saja yang dapat mengembangkan sifat luhur di dalam dirimu. Sejatinya melalui pengorbanan (thyaga), engkau bisa mendapatkan kebahagiaan dan suka cita yang kekal (yoga). Banyak orang pindah ke kota untuk mengejar kesenangan dan kemewahan, namun mendapatkan diri mereka dalam kesulitan dan penderitaan yang banyak. Ini adalah pilihan mereka sendiri. Sejatinya, kehidupan di kota merusak kebudayaan yang sesungguhnya dalam berbagai cara dan engkau tidak akan pernah mendapatkan kesenangan dari kesenangan (Na sukhat labhyate Sukham). Adalah hanya melalui penderitaan engkau bisa mendapatkan kesenangan. Untuk membuat hidupmu menyenangkan maka engkau harus melakukan pelayanan yang tanpa mementingkan diri sendiri. Kebudayaan kuno banyak dipelihara di desa daripada di perkotaan. Oleh karena itu, cari tahu kebutuhan mereka dan ringankan penderitaan mereka. Tangan yang melayani selalu lebih suci daripada bibir yang berdoa. (Divine Discourse 1 Jan 2004)

-BABA

No comments:

Post a Comment