Tuesday, February 16, 2016

Thought for the Day - 15th February 2016 (Monday)

There is no penance (tapas) higher than fortitude, no happiness greater than contentment, no good deed (punya) holier than mercy, no weapon more effective than patience. Consider your body as the field and good deeds as seeds and cultivate the name of the Lord, with the help of the heart as farmer, to reap the harvest of the Lord Himself. Like cream in milk and fire in fuel, the Lord is in everything. Have full faith in this. As the milk, so the cream; as the fuel, so the fire; so also, as the spiritual discipline, so is the direct divine experience (sakshatkara)! Even if you don’t attain liberation (mukthi) as a consequence of taking up the Lord’s name, one of these four gates will be open to you: Company of the virtuous, truth, contentment and control of the senses. Anyone who enters through any one of these gates will certainly attain the Lord without fail.


Tidak ada penebusan dosa (tapa) yang lebih tinggi daripada ketabahan, tidak ada kebahagiaan yang lebih hebat daripada kepuasan hati, tidak ada perbuatan baik (punya) yang lebih suci daripada kemurahan hati, tidak ada senjata yang lebih efektif daripada kesabaran. Anggaplah badanmu sebagai ladang dan perbuatan yang baik sebagai benihnya dan mengolah nama Tuhan, dengan bantuan dari hati sebagai petani, untuk bisa mendapatkan panen Tuhan itu sendiri. Seperti es krim di dalam susu dan api di dalam bahan bakar, Tuhan juga ada di dalam segala sesuatu. Milikilah keyakinan yang penuh terkait dengan hal ini. Sebagaimana susunya maka begitulah krimnya; sebagaimana bahan bakarnya, maka begitulah apinya; begitu juga, sebagaimana disiplin spiritualnya, maka begitulah pengalaman langsung tentang Tuhan (sakshatkara)! Bahkan jika engkau tidak mencapai kebebasan (mukthi) sebagai akibat dari mengambil nama Tuhan, satu dari empat gerbang akan terbuka bagimu: pergaulan yang berbudi luhur, kebenaran, kepuasan hati, dan pengendalian indera. Siapapun yang memasuki salah satu dari gerbang ini pastinya akan mencapai Tuhan tanpa gagal. (Prema Vahini, Ch 60)

-BABA

No comments:

Post a Comment