Monday, August 29, 2016

Thought for the Day - 29th August 2016 (Monday)

You may consider that the love within you and the Divine Love represented by God are the same. There is a difference. God's Love is totally selfless, absolutely pure, eternal and flawless. Most people seek things in the world, including God, only for selfish reasons. Human love is self-centred and tainted. Such selfish love cannot merge with God's love. It is only when it is free from egoism, pride, hatred and envy that God will abide in you. Without renunciation (tyaga), if one is immersed in worldly pleasures, and leads a mundane life, their devotion is only selfish, artificial and self-deceptive. It will not lead them to God. God cannot be got so easily. The heart has only a single seat. There is room in it for only one person. If you install worldly desires on that chair, how can you expect God to sit on it? God will take that seat only if you empty it of all other things.


Engkau mungkin menganggap bahwa kasih yang ada di dalam dirimu dan kasih Tuhan yang dimiliki oleh Tuhan adalah sama. Ada sebuah perbedaaan. Kasih Tuhan sepenuhnya adalah tidak mementingkan diri sendiri, sepenuhnya suci, kekal, dan sempurna. Kebanyakan orang mencari benda-benda materi di dunia, termasuk Tuhan, hanya untuk alasan yang mementingkan diri sendiri. Kasih manusia adalah terpusat pada dirinya dan ternoda. Kasih yang mementingkan diri sendiri itu tidak dapat menyatu dengan kasih Tuhan. Hanya ketika kasih itu bebas dari ego, kesombongan, kebencian, dan iri hati maka Tuhan akan tinggal di dalam dirimu. Tanpa adanya pengorbanan, jika seseorang tenggelam dalam kesenangan duniawi dan mengarah pada kehidupan duniawi maka bhakti mereka bersifat mementingkan diri, palsu, dan menipu diri dan tidak akan menuntun mereka pada Tuhan. Tuhan tidak bisa didapat dengan mudah. Hati hanya punya satu kursi dan ada kamar di dalamnya hanya untuk satu orang. Jika engkau menempatkan keinginan duniawi pada kursi itu, bagaimana engkau mengharapkan Tuhan duduk di atasnya? Tuhan akan duduk di sana hanya jika engkau mengosongkannya dari benda-benda yang lainnya. (Divine Discourse, Aug 21, 1992)

-BABA

No comments:

Post a Comment